- Mantan admin Fuji menghapus ribuan data pekerjaan secara permanen serta menyebarkan chat pribadi Fuji untuk dijadikan bahan ejekan.
- Selain menggelapkan uang, pelaku diam-diam menyewakan kamera milik Fuji tanpa izin dan memata-matai keberadaannya bersama pihak lain.
- Fuji mengaku nyaris kehilangan akal sehat akibat stres menghadapi rentetan pengkhianatan tersebut dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
Fuji yakin tanpa bantuan teman-temannya, ia bisa saja kehilangan akal sehat saking stres menghadapi perbuatan pelaku.
![Fuji ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 20 April 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/56038-fuji-ditemui-di-polres-metro-jakarta-selatan.jpg)
"Capek banget kan tahun lalu, kayak berbulan-bulan deh prosesnya (handle pekerjaan). Karena kalau nggak (dibantu) saya bisa gila sih tahun lalu," curhat Fuji.
Karena itu, Fuji berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Ia tak habis pikir, orang yang dia pekerjakan malah membuatnya stres.
"Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya sih. Karena apa yang dia lakukan ke aku tuh sudah kelewatan banget, bukan sekadar uang doang soalnya," ucap Fuji.
Sementara, pengacara Fuji, Sandy Arifin mengatakan pelaku bisa dijerat hukuman maksimal lima tahun penjara.
"Nanti kan prosesnya kan di pengadilan ya, kalau di pasal lain itu ancamannya di atas lima tahun," kata Sandy.