Suara.com - Video bapak-bapak berdebat dengan petugas KAI pasca kecelakaan KRL di Bekasi Timur tengah menjadi viral.
Dalam video yang beredar, suasana stasiun tampak mencekam. Kereta Argo Bromo yang menyeruduk gerbong perempuan menjadi latar perdebatan mereka.
"Kalau memang normal, ini sudah jalan Pak, yang KRL dari arah Timur sudah masuk stasiun ini," jelas petugas KAI.
"Tapi berhubung yang dari arah Timur menghambat di depan situ, otomatis kereta berhenti dadakan," sambungnya.
Bapak-bapak dengan baju dominan warna kuning dan kepala plontos itu terdengar mempertanyakan komunikasi pihak KAI.
"Enggak ada callingan apa di situ?" tanyanya.
"Enggak ada Pak, karena di situ perlintasan liar," jawab petugas KAI, membicarakan lokasi KRL menemper taksi listrik.
Selanjutnya suara mereka semakin tak terdengar. Mereka terdengar menyinggung Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Ciamis.
Menanggapi bapak-bapak yang dianggap memperkeruh suasana, warganet ramai mengkritiknya.
"Ya Allah minimal jangan memperkeruh suasana dong," komentar akun @ariasidetrac***.
"Si botak malah marah-marah, nggak ngerti malah bikin ricuh. Anterin pulang aja," sahut akun @bondik_dt***.
Namun warganet berbalik membela bapak-bapak yang mendebat petugas KAI setelah mendengar penjelasannya dalam wawancara dengan awak media.
Menurut bapak-bapak tersebut, komunikasi pihak stasiun dengan kereta cukup buruk.
"Ada informasi di dalam KRL, kereta belum bisa diberangkatkan, ada mobil yang keseret, jadi mau dievakuasi di stasiun sini," bebernya.
"Anehnya, pihak dari stasiun sini enggak dikasih info, suruh nahan keretanya yang mau arah ke Jawa," sambungnya.