Kereta Argo Bromo diceritakan telah membunyikan klakson dari jarak jauh sehingga bapak-bapak itu panik dan memutuskan keluar dari gerbong dari KRL.
"Di gerbong tiga itu sudah jungkir balik semua, pada mental semua. Mendadak itu. Bukan kencang lagi, sudah kayak rudal," tuturnya.
Bapak-bapak itu amat menyayangkan pihak KAI yang tidak segera mengevakuasi penumpang KRL.
Padahal menurutnya, KRL sudah cukup lama berhenti di stasiun.
"Ini kan berhentinya lama itu tadi barusan. Kalau suruh keluar dulu, mungkin ya nyawa banyak yang selamat lah," katanya.
Kendati begitu, ia tak mau saling menyalahkan. "Namanya ini kan musibah," tandasnya.
"Nah kan si gundul ini dihujat, karena debat di situasi yang salah. Tapi apa yang dia saksikan mengungkap kebenaran," bela akun @yes***.
"Bener sih. Kalo gak sempat ngurangin kecepatan Argo Bromo. Petugas minimal ngasih tau di belakang ada kereta berpotensi nabrak. Evakuasi dulu penumpang yang di dalam gerbong," sahut akun @arhman***.
"Intinya, Evaluasi. Next utamakan Mitigasi setelah ada laka di sepanjang Rel, kosongkan kereta segera, bila perlu kosongkan rangkaian paling belakang," balas akun @drobb***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi