Masinis PT KAI Bagikan Simulasi Saat KRL Melakukan Pengereman Mendadak

Sumarni

Rabu, 29 April 2026 | 16:13 WIB
Masinis PT KAI Bagikan Simulasi Saat KRL Melakukan Pengereman Mendadak
Masinis PT KAI bagikan simulasi proses saat KRL melakukan pengereman mendadak [Instagram/fakta.indo]

Suara.com - Masinis PT KAI Eka Purnama Nurdiansyah memperlihatkan bagaimana proses pengereman kereta api melalui sebuah simulator.

Sistem pengoperasian dan reaksi pengereman pada simulator tersebut sudah diuji dan dibuat mirip dengan aslinya.

Eka menunjukkan bagaimana kereta api tak bisa berhenti mendadak meski sudah dilakukan pengereman.

“Kereta api ini nggak bisa berhenti mendadak. Nih coba aja rem mendadak” kata Eka dikutip dari akun @fakta.indo, Rabu, 29 April 2026.

Saat tuas rem ditarik, terlihat bahwa kereta masih melaju dengan kecepatan tinggi.

“Nih masih ada prosesnya,” kata Eka sambil menunjuk ke arah simulator.

Simulator tersebut menunjukkan bahwa kereta tetap melaju dan tidak bisa berhenti secara mendadak meski sudah direm.

Kereta bahkan baru bisa berhenti setelah jarak ratusan meter.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa semakin tinggi kecepatan kereta, maka waktu yang dibutuhkan untuk membuat kereta berhenti semakin lama.

baca juga

“Dan semakin cepat ya artinya semakin lama lagi untuk berhenti,” jelasnya.

Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]
Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]

Dalam kesempatan itu, Eka juga memperingati masyarakat agar tetap disiplin dan waspada saat akan melintasi perlintasan kereta.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar bisa mendahulukan perjalanan kereta api karena alat transportasi massal itu tidak bisa berhenti mendadak seperti alat transportasi lainnya.

“Bagi pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api. Di sini artinya keselamatan itu milik kita bersama” ujar Eka.

Melansir dari situs resmi KAI, terdapat dua faktor yang menjadi alasan mengapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak.

Faktor utama adalah panjang serta berat rangkaian kereta. Semakin panjang dan berat kereta, maka semakin besar pula jarak yang dibutuhkan untuk berhenti total.

Faktor kedua adalah sistem pengereman yang menggunakan sistem rem udara. Sistem ini sulit memungkinkan kereta bisa berhenti secara tiba-tiba, melainkan hanya mempercepat proses perlambatan dengan tekanan udara yang lebih besar.

Kecelakaan kereta yang melibatkan KRL commuter line dan KA Argo Bromo terjadi saat KRL ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo.

Usai insiden terjadi, tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya alasan mengapa KA Argo Bromo tidak melakukan pengereman sehingga kecelakaan bisa dihindari.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vietnam Sampaikan Duka atas Kecelakaan KRL di Bekasi, Presiden To Lam Kirim Pesan ke Prabowo

Vietnam Sampaikan Duka atas Kecelakaan KRL di Bekasi, Presiden To Lam Kirim Pesan ke Prabowo

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:10 WIB

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA

Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 15:47 WIB

5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi

5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×