- Aktris Sitha Marino kembali membintangi film Keluarga Suami Adalah Hama di Jakarta pada 28 April 2026.
- Sitha berhasil mendapatkan peran tersebut setelah melakukan transformasi fisik melalui pola makan sehat dan rutin berolahraga.
- Film ini mengangkat isu sensitif mengenai perempuan yang berani menyuarakan pendapat dalam lingkungan keluarga yang toksik.
Suara.com - Aktris Sitha Marino kembali menghiasi layar lebar lewat film terbarunya berjudul Keluarga Suami Adalah Hama.
Kemunculannya kali ini mencuri perhatian lantaran transformasi fisiknya yang terlihat jauh lebih ramping dibandingkan sebelumnya.
Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 28 April 2026, adik kandung Putri Marino ini blak-blakan menyebut bahwa penurunan berat badan menjadi kunci kembalinya dia ke dunia akting.
Sitha mengaku sempat sepi tawaran film saat masih gemuk.
"Jujur sebenarnya film Keluarga Suami Adalah Hama ini adalah film comeback aku setelah aku kurus sebenarnya. Iya dulu pas aku gembrot aku belum ada film-film sama sekali kan," kata Sitha Marino kepada awak media.
![Sitha Marino [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/30/80281-sitha-marino-instagram.jpg)
"Terus akhirnya pas aku udah turun berat badan, akhirnya dari timnya Mas Anggy (sutradara) ngehubungin. I'm so happy akhirnya aku balik lagi," tambahnya.
Perempuan 26 tahun ini mengklarifikasi bahwa dirinya tidak melakukan diet ekstrem hingga sekurus yang dibayangkan orang. Saat ini, dia menjaga kondisi fisik dengan olahraga berat dan pola makan sehat.
"Aku 60-an (kilogram). 64, 65... Sekarang udah tentang olahraga dan juga makan yang sehat aja sih. Olahraganya aku weightlifting, pilates juga, terus sekarang lagi nyoba kardio," jelasnya mengenai gaya hidup sehat yang sedang dijalaninya.
Selain alasan fisik, kekasih Bastian Steel ini mengungkapkan bahwa urgensi cerita menjadi alasan kuat mengapa dia mau terlibat dalam proyek ini.
Film tersebut mengangkat isu sensitif mengenai perempuan yang terjebak dalam situasi keluarga yang toksik namun sulit untuk bersuara.
"Pas aku baca, ini tuh film sebuah urgensi menurut aku. Di mana banyak perempuan yang enggak berani bersuara karena takut salah ngomong. Banyak banget perempuan di luar sana yang merasakan seperti film ini tapi belum berani speak up," tutur Sitha.
Dia berharap melalui perannya ini, para perempuan yang merasa tertekan dalam hubungan keluarga memiliki keberanian untuk jujur pada perasaan mereka sendiri.
"Kenapa aku mau ngambil ini adalah sebuah platform di mana nyuruh kayak, 'Lu, it's okay to feel that way,' Kalau lu mau speak up, go ahead. Enggak perlu takut karena kebanyakan perempuan mereka cuman kayak denial, padahal sebenarnya mereka tuh sakit," imbuhnya.
Dalam film ini, Sitha beradu peran dengan sejumlah aktor senior seperti Meriam Bellina dan Raihaanun.
Meski sempat merasa gugup hingga gagap saat proses adaptasi, Sitha mengaku sangat terbantu dengan suasana syuting yang sehat dan dukungan dari para pemeran senior tersebut.