Suara.com - Proses evakuasi korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 berlangsung dramatis.
Tim penyelamat harus bekerja ekstra di tengah kondisi rangka kereta yang ringsek parah.
Salah satu anggota tim SAR, Mawar, mengungkapkan bahwa kondisi korban sangat memprihatinkan.
Banyak korban ditemukan dalam posisi terhimpit di antara badan kereta yang rusak.
Selain itu, tak sedikit korban yang meninggal dunia karena insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo dengan KRL Commuterline.
“Bahkan yang digulung total memang mohon maaf sudah habis (meninggal). Yang masih hidup tuh dari organ tubuh tangan, kaki aja yang terhimpit atau setengah badan,” ujar Mawar dikutip dari akun Instagram @rumpi_ttv, Rabu, 29 April 2026.
Tak hanya Tim SAR, Mawar mengungkap bahwa berbagai pihak terlibat untuk membantu mempercepat penyelamatan korban.
“Kami mengeluarkan (korban) dibantu banyak unsur, contohnya dari tim KAI, Damkar, tim medis, dari relawan-relawan yang lain itu banyak sekali,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa Tim SAR tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga berkomunikasi langsung dengan korban yang masih sadar.
“Kita kerja itu dalam proses penanganan atau mengekstrikasi membuka akses itu kita selalu koordinasi dengan korban sendiri, karena korban itu masih enak diajak diskusi,” katanya.

Selain itu, tim juga memastikan kondisi korban yang terhimpit tetap stabil selama proses evakuasi berlangsung.
Berbagai tindakan medis darurat dilakukan di lokasi untuk mempertahankan keselamatan mereka, mulai dari menyuplai oksigen hingga memberikan infus.
“Bagaimana kondisinya kita tanyakan, bahkan kita suplai oksigen, kita infus. Kita mintanya ke tim medis, selalu cek kondisi, saturasinya seperti apa,” jelas Mawar.
Ia menambahkan bahwa para korban yang terhimpit itu juga diberikan suntuk kebal agar bisa mengurangi rasa nyeri pada tubuh yang terhimpit.
“Kemudian setelah diinfus, disuntik mati rasa (kebal), jadi pada saat kita membuka akses itu ya mengurangi rasa nyeri lah ke korban tersebut karena himpitan itu memang luar biasa,” terang Mawar.