- Asisten rumah tangga bernama Herawati diduga mengalami kekerasan fisik dan verbal oleh majikannya, Erin Taulany, sejak April 2026.
- Insiden kekerasan terjadi di kediaman Erin Taulany setelah adanya perselisihan mengenai kinerja kerja serta perilaku kasar majikan.
- Pihak penyalur berhasil menyelamatkan Herawati dan melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Suara.com - Kasus dugaan kekerasan terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) kembali mencuat. Kali ini, seorang ART bernama Herawati alias Hera mengaku menjadi korban penganiayaan oleh majikannya, Erin Taulany.
Nia Damanik, selaku pihak penyalur yang menaungi Hera, membeberkan kronologi lengkap kejadian tersebut, mulai dari proses perekrutan hingga pelarian Hera dari rumah majikannya.
Berikut adalah urutan kejadian berdasarkan keterangan Nia Damanik:
30 Maret 2026: Awal Mula Bekerja dan Negosiasi Gaji
Permintaan tenaga kerja dimulai pada 29 Maret, namun Hera baru dikirim untuk wawancara pada 30 Maret.
Dalam proses interview, sempat terjadi perdebatan mengenai gaji. Erin Taulany awalnya menawarkan gaji Rp2,5 juta, namun Hera bersikeras di angka Rp3 juta.
Akhirnya, Erin menyetujui gaji tersebut karena kriteria usia Hera (30 tahun) sesuai dengan keinginannya. Hera pun mulai bekerja pada hari itu juga.
Minggu Pertama April: Caci Maki dan Keluhan Kinerja
Baru seminggu bekerja, Erin mulai melayangkan komplain kepada Nia Damanik. Erin menggunakan kata-kata kasar seperti "tolol, bodoh, dan bego" untuk menggambarkan kinerja Hera.
Meski Nia sudah menawarkan untuk mengganti Hera dengan ART lain, proses ini terhambat karena Erin menolak tiga calon pengganti yang disodorkan.
Erin bersikeras meminta ART suku Jawa yang dianggapnya lebih tahan banting saat dimarahi.
![Erin Taulany [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/18/15762-erin-taulany.jpg)
28 April 2026 (Pukul 15.30 WIB): Terjadinya Kekerasan Fisik
Puncak konflik terjadi pada Selasa, 28 April. Hera menghubungi Nia sambil menangis histeris.
Ia mengaku dipukul menggunakan gagang sapu oleh majikannya hanya karena masalah hordeng. Tak lama setelah melapor lewat telepon, ponsel Hera tidak aktif lagi.
28 April 2024 (Malam Hari): Upaya Penjemputan dan Intimidasi