- Kecelakaan maut melibatkan mobil pikap dan dua truk di Jalur Pantura Indramayu menyebabkan 12 orang meninggal dunia.
- Bupati Indramayu Lucky Hakim berkomitmen mengadopsi anak korban kecelakaan serta memberikan pendampingan pemulihan psikologis bagi keluarga terdampak.
- Pemerintah daerah akan mengevaluasi total sistem pengawasan keselamatan lalu lintas guna mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari.
Suara.com - Kecelakaan maut yang merenggut 12 nyawa di Jalur Pantura Indramayu tidak hanya meninggalkan isak tangis bagi keluarga korban, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Di tengah suasana duka yang menyayat hati, Lucky Hakim melakukan aksi nyata yang melampaui sekadar tugas kedinasan.
Usai menjenguk para korban di rumah sakit dan mengunjungi rumah duka, Lucky menyatakan kesiapannya untuk menjadi orangtua angkat bagi anak-anak yang kehilangan orangtua dalam tragedi tersebut.
Komitmen Adopsi Secara Resmi
Perhatian khusus Lucky tertuju pada dua anak balita yang selamat dari maut, namun harus kehilangan ibu mereka, seorang ibu tunggal (single parent) yang menjadi salah satu korban tewas.
![Bupati Indramayu Lucky Hakim siap menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat kecelakaan maut di Pantura Indramayu [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/65301-bupati-indramayu-lucky-hakim.jpg)
"Untuk anak-anak yang ditinggal orangtuanya dalam kejadian ini, saya dengan sepenuh hati berkenan menjadi orangtua angkat. Saya siap menempuh proses adopsi secara formal sesuai aturan hukum, asalkan pihak keluarga dan wali merestui," ujar Lucky Hakim dengan nada haru saat dihubungi media.
Bagi Lucky, duka ini adalah duka seluruh masyarakat Indramayu. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan lepas tangan.
Pendampingan menyeluruh, mulai dari pemulihan fisik hingga trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak tersebut, akan menjadi prioritas utama.
Simbol Empati dan Evaluasi Keselamatan
Dalam kunjungannya, Lucky juga menyerahkan santunan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban.
Meski menyadari materi takkan mampu menggantikan nyawa yang hilang, ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga.
![Bupati Indramayu Lucky Hakim siap menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat kecelakaan maut di Pantura Indramayu [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/26414-bupati-indramayu-lucky-hakim.jpg)
"Seindah apa pun kata-kata yang saya sampaikan, tetap tidak akan mampu menandingi rasa sedih keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Doa tulus kami, semoga para almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan luar biasa," tuturnya.
Namun, Lucky juga menegaskan bahwa air mata saja tidak cukup. Tragedi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi total pengawasan kendaraan angkutan penumpang dan penegakan aturan keselamatan di jalan raya.
Kronologi Singkat Tragedi
Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan warga usai menghadiri acara pernikahan hancur setelah dihantam dua truk dari arah berbeda.
Hingga saat ini, 12 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara enam lainnya masih berjuang di ruang perawatan intensif.
Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat bersama kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang mengguncang publik tersebut.