-
Drummer Meditasi Raja Azreen meninggal dunia usai pingsan di panggung Teruntum Rock Festival.
-
Almarhum sempat dirawat akibat komplikasi penyakit jantung dan diabetes sebelum konser berlangsung.
-
Grup Meditasi berkomitmen terus bermusik demi menghormati pesan terakhir sang drummer.
Suara.com - Dunia musik rock Malaysia berduka setelah drummer senior grup Meditasi, Raja Azreen Raja Talib, meninggal dunia secara mendadak saat tampil di atas panggung. Musisi berusia 56 tahun tersebut mendadak pingsan ketika membawakan lagu kedua dalam ajang Teruntum Rock Festival di Kuantan, Pahang.
Peristiwa yang terjadi pada 18 Juli lalu itu langsung memicu kepanikan luar biasa di antara penonton dan kru acara. Kepergian sang drummer meninggalkan duka mendalam sekaligus penghormatan atas profesionalisme tingginya di panggung terakhir.
Ket ketegangan memuncak saat vokalis Meditasi, Bakaruddin "Burn" Daud, menyadari ada hal buruk yang terjadi pada rekannya. Burn segera mendekati lokasi drum untuk memeriksa keadaan Raja Azreen yang sudah tidak bergerak.
"Saya bergegas menghampiri [Azreen], tetapi saya bisa merasakan bahwa [dia] telah tiada," kata Burn, dikutip dari CNA, Selasa (25/8/2026).
"Saya memanggil dan menepuk [dirinya], tetapi tidak ada respons. Tubuhnya juga dingin. Para penggemar cukup cemas ketika mereka melihat apa yang sedang terjadi," lanjutnya.
Kru panggung bersama personil band langsung membopong sang musisi ke area belakang panggung untuk pertolongan pertama. Petugas medis yang dipanggil tiba di lokasi beberapa menit kemudian.
"Kami membawanya ke belakang panggung dan dalam beberapa menit ambulans tiba. Alhamdulillah, semuanya dipermudah," ujar Burn.
Tim medis segera membawa Raja Azreen ke Hospital Tengku Ampuan Afzan untuk tindakan penanganan intensif. Pihak rumah sakit memberikan bantuan pernapasan, namun ia tetap tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia.
Apa Riwayat Kesehatan yang Diderita Raja Azreen?
Kakak kandung almarhum, Raja Azman Raja Taib, membeberkan bahwa adiknya memang mengidap gangguan jantung dalam beberapa bulan terakhir. Kesehatan sang drummer sempat menurun signifikan sebelum kejadian tragis ini.
"Dia dirawat di rumah sakit dua kali; rawat inap pertama berlangsung dua hingga tiga minggu sebelum dia dirawat lagi," ungkap Raja Azman.
Meskipun memiliki riwayat medis, pihak keluarga dan rekan band tidak menyangka ia pergi begitu cepat karena fisiknya terlihat stabil menjelang konser. Satu-satunya perubahan fisik yang terlihat mencolok hanyalah postur tubuhnya yang makin menyusut.
Raja Azman menyebutkan bahwa adiknya baru saja didiagnosis mengidap diabetes dan sedang ketat mengatur pola makan.
Bagaimana Pesan Terakhir Sang Drummer Sebelum Tampil?
Grup Meditasi yang terbentuk sejak 1986 sempat menggelar latihan intensif selama tiga hari sebelum festival berlangsung. Burn mengenang semangat almarhum yang sangat tinggi saat mempersiapkan penampilannya.
Raja Azreen bahkan meminta seluruh anggota band memakai pakaian serba hitam dan berpesan agar pertunjukan terus berjalan dalam kondisi apa pun. Di sisi lain, sang gitaris Rosli Ahmad juga dilaporkan sedang tidak sehat saat konser berlangsung.
Bagaimana Masa Depan Band Meditasi Tanpa Raja Azreen?
Rekan-rekan sejawatnya berkomitmen menjaga warisan musik Raja Azreen dengan terus berkarya bersama. Semangat sang drummer menjadi landasan utama mereka untuk tidak membubarkan band.
"Kami belum mendiskusikan [masa depan], tetapi kami akan melanjutkan perjuangan grup. Karena seperti yang [dia] katakan, pertunjukan harus tetap berjalan," tutur Burn.
"Kami tidak lagi mengejar uang, kami hanya ingin mencari teman dan mengisi waktu luang kami," pungkasnya.
Grup musik Meditasi merupakan salah satu band rock legendaris asal Malaysia yang aktif mewarnai kancah musik melayu sejak dibentuk pada tahun 1986. Almarhum Raja Azreen Raja Talib memegang posisi penabuh drum dan menjadi salah satu pilar utama perjalanan panjang band tersebut selama hampir empat dekade. Penampilannya di Teruntum Rock Festival Kuantan menjadi panggung penghormatan terakhirnya bagi para penggemar rock di Malaysia.