- Situs Boatos.org menyatakan video viral orang tinggal di bawah jalan tol adalah hoaks.
- Rekaman tersebut terbukti dibuat menggunakan kecerdasan buatan karena memiliki banyak kejanggalan visual.
- Narasi kos-kosan rahasia seharga Rp2,5 juta per tahun di bawah jembatan sama sekali tidak benar.
Suara.com - Video yang memperlihatkan sejumlah orang seolah-olah tinggal di bawah struktur beton jalan tol viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, area di bawah jalan tampak disulap menjadi tempat tinggal lengkap dengan sejumlah perabot rumah tangga.
Orang-orang yang terlihat dalam video juga tampak menjalani aktivitas sehari-hari layaknya berada di dalam rumah.
Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi dari warganet mengenai lokasi sebenarnya dari video tersebut.
Narasi yang menyertai video bahkan menyebut sebuah jembatan beton disulap menjadi "kos-kosan rahasia" dengan tarif Rp2,5 juta per tahun.
Informasi tersebut membuat sebagian pengguna media sosial menduga kejadian itu berlangsung di Indonesia.
Namun, benarkah video tersebut merupakan rekaman nyata di Indonesia?
Video Beton Bawah Tol Ternyata Bukan Kejadian Nyata
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan Boatos.org, klaim mengenai keluarga yang tinggal di bawah jalan layang tersebut dinyatakan tidak benar. Video itu bukan dokumentasi nyata mengenai sebuah keluarga yang menjadikan ruang di bawah jalan sebagai tempat tinggal.
Boatos.org menyebut rekaman tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sejumlah kejanggalan pada gambar dan pergerakan objek menjadi petunjuk bahwa video tersebut bukan rekaman dokumenter dari kejadian di dunia nyata.
Dalam video terlihat sejumlah orang dewasa dan anak-anak berada di ruang yang dilengkapi furnitur, televisi lama hingga jemuran pakaian.
Sekilas, tampilan tersebut memang dibuat menyerupai kehidupan sebuah keluarga di bawah struktur jalan layang.
Namun, ketika diperhatikan lebih detail, terdapat sejumlah ketidaksesuaian visual yang sulit terjadi dalam rekaman nyata.
![Viral Beton Bawah Tol Disebut Jadi Tempat Tinggal, Benarkah Ada di Indonesia? Cek Faktanya [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/09/01/95412-video-viral.jpg)
Ada Kejanggalan dalam Gerakan Video
Salah satu petunjuk terlihat dari pergerakan jemuran pakaian yang dinilai tidak alami.
Selain itu, terdapat bagian video yang memperlihatkan sebuah bus masuk ke struktur bangunan dengan arah pergerakan yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Keanehan juga terlihat pada perubahan penampilan orang-orang yang ada dalam video.
Beberapa bagian tubuh dan objek tampak berubah secara tidak konsisten, karakteristik yang kerap muncul dalam konten hasil generatif AI.
Boatos.org juga menyoroti posisi ruang yang disebut sebagai tempat tinggal tersebut.
Area itu terlihat berada pada posisi yang sulit diakses secara fisik di bawah struktur jalan layang.
Bukan di Indonesia, Brasil, atau Nigeria
Video tersebut sebelumnya beredar dengan berbagai klaim lokasi.
Salah satu versi menyebut kejadian itu berlangsung di Salvador, Brasil, sementara versi lainnya mengklaim lokasi berada di Lagos, Nigeria.
Namun, kedua klaim tersebut juga tidak terbukti.
Hasil pemeriksaan fakta menyatakan tidak ada keluarga maupun tempat tinggal nyata seperti yang digambarkan dalam video tersebut di kedua kota itu.
Artinya, video viral yang kemudian dikaitkan dengan berbagai lokasi merupakan konten yang dibuat menggunakan AI dan diberi narasi berbeda-beda setelah menyebar di internet.
Narasi Kos-kosan Rp2,5 Juta Setahun Juga Menyesatkan
Dengan demikian, narasi yang menyebut beton bawah jalan tol atau jembatan disulap menjadi kos-kosan rahasia dengan tarif Rp2,5 juta per tahun tidak dapat dijadikan informasi faktual.
Video tersebut memang menampilkan gambaran yang seolah-olah menunjukkan kehidupan keluarga di bawah jalan layang.
Namun, adegan itu merupakan simulasi digital, bukan bukti adanya tempat tinggal semacam itu di Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten AI dapat dibuat sedemikian realistis sehingga mudah dipercaya ketika disertai narasi yang menyentuh isu sosial.
Karena itu, pengguna media sosial perlu lebih berhati-hati sebelum menyimpulkan lokasi maupun kebenaran sebuah video viral.
Terlebih, video yang menampilkan kondisi ekstrem dan memancing emosi sering kali lebih cepat mendapatkan perhatian dan dibagikan ulang.