-
Ariana Grande resmi menyelesaikan tur Eternal Sunshine di London sebelum mundur dari publik.
-
Keputusan hiatus diambil guna menghentikan pengawasan dan spekulasi publik terkait kesehatan dirinya.
-
Seluruh agenda publik mendatang resmi dibatalkan, termasuk keterlibatannya dalam pementasan drama teater.
Sebanyak 200.000 tiket habis terjual untuk rangkaian sepuluh hari pertunjukan penutup di O2 Arena London. Para penggemar dari berbagai penjuru dunia, termasuk Tiongkok, Australia, dan negara Eropa, berbondong-bondong hadir menyaksikan penampilan terakhirnya.
Ketidakpastian mengenai kapan Grande akan kembali bernyanyi memicu rasa haru sekaligus dukungan penuh dari para penggemar. Mayoritas penonton menghormati keputusan pribadi yang diambil oleh idola mereka demi keselamatan dan kesehatannya.
"Itulah mengapa saya benar-benar ingin datang ke konser terakhir ini karena saya berpikir. Bagaimana jika dia tidak pernah kembali?'" kata Rachid, seorang penggemar asal London.
"Jadi itulah alasan saya berada di sini — untuk menikmati semua yang dia berikan kepada kita, dan berharap dia mendapatkan waktu istirahat yang menyenangkan sekarang," tambahnya.
Dukungan serupa juga mengalir dari penonton lain yang memaklumi kejenuhan sang artis dari sorotan media. Mereka menganggap bahwa keputusan untuk rehat adalah hak penuh sang penyanyi sebagai seorang manusia biasa.
"Jujur saja, saya akan melakukan hal yang sama," kelakar Nadine, seorang penggemar asal Manchester.
"Maksud saya, saya sudah menghasilkan uang, naik ke atas panggung, bernyanyi sepenuh hati... Saya juga akan pergi! Langsung ke Hawaii, atau tempat lain di mana tidak ada yang kenal siapa saya, tahu kan maksud saya?" kelakarnya.
Lukas, penonton yang sengaja terbang langsung dari Prancis, mengapresiasi keberanian Grande mengambil keputusan tegas. Menurutnya, penggemar sejati akan selalu mendukung keputusan terbaik bagi keselamatan idolanya.
"Dia telah mengucapkan selamat tinggal dan sekarang dia akan beristirahat demi keamanannya sendiri," ungkap Lukas.
"Jika dia membutuhkan waktu istirahat, dia mengambilnya dan kami, penggemar sejati, sangat memahami hal itu," jelasnya.
Penonton asal Polandia, Alejandro Grande, turut menyayangkan tekanan publik yang berlebihan terhadap sang artis. Ia menilai keputusan mundur ini sebagai langkah penting Grande untuk merebut kembali kendali atas energinya.
"Sangat menyedihkan melihat orang-orang berspekulasi tentang kesehatan orang lain," pukas Alejandro.
"Dan menyedihkan bahwa dia harus membuat keputusan untuk dirinya sendiri hanya demi merebut kembali kendali atas kekuatan dan energinya," pungkasnya.
Pernyataan senada ditutup oleh Bella Hopkins dari Bronsgrove yang meminta masyarakat menghargai privasi sang penyanyi. Keselamatan dan kesehatan mental harus menjadi prioritas utama di atas ekspektasi hiburan publik.
"Ya, itu sepenuhnya terserah padanya," pukas Bella Hopkins.
"Saya pikir orang-orang harus menghormati apa yang dia rasakan dan apa yang dia butuhkan," tutupnya.
Rangkaian tur Eternal Sunshine yang dimulai di Amerika Serikat sejak Juni telah diproyeksikan Grande sebagai panggung terakhirnya sebelum fokus berarier di dunia seni peran. Keberhasilannya meraih nominasi Oscar lewat film musikal Wicked mendorong keinginannya untuk mendalami dunia akting secara lebih serius.
Meskipun pertunjukan berjalan sukses dengan pujian kritis dari media besar seperti Rolling Stone, The Telegraph, dan BBC, tekanan media sosial terhadap penampilan fisiknya tetap tidak terhindarkan. Puncak dari pengawasan publik tersebut akhirnya mendorong sang penyanyi untuk membatalkan seluruh agenda publik yang tersisa, termasuk produksi drama teater di London tahun depan.