Aksi Nyawer Duit Nasdem di Halaman KPU Garut Berbuntut Manis, Bawaslu Putus Tak Masuk Pelanggaran

Suara Garut Suara.Com
Selasa, 30 Mei 2023 | 11:16 WIB
Aksi Nyawer Duit Nasdem di Halaman KPU Garut Berbuntut Manis, Bawaslu Putus Tak Masuk Pelanggaran
Bawaslu Kabupaten Garut menyatakan tak ada pelanggaran dalam aksi sawer Partai Nasdem di halaman KPU Garut. (Foto: Suara Garut/Firman)

SUARA GARUT - Aksi nyawer duit yang dilakukan bakal caleg Partai Nasdem Kabupaten Garut di halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut pada 11 Mei 2023 berujung manis.

Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut menilai tak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Partai Nasdem Garut dalam aksi saweran tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ipa Hafsiah, menuturkan tak ada unsur pelanggaran atau politik uang yang dilakukan bacaleg Nasdem di halaman KPU Garut tersebut.

"Aksi nyawer yang dilakukan di halaman KPU saat atraksi dodombaan ketika mendaftarkan caleg tidak bisa dijadikan temuan sebagai pelanggaran pemilu," ujar Ipa saat melakukan konferensi pers, Selasa, 30 Mei 2023.

Bawaslu juga tak menemukan unsur politik uang seperti yang menjadi tudingan dalam aksi nyawer tersebut.

Aksi sawer itu dilakukan tiga kader Partai Nasdem yakni sang ketua Diah Kurniasari dan dua bacaleg Suherman dan Iwan Setiawan.

Alasan aksi tersebut tak masuk pelanggaran, lanjut Ipa, karena terjadi di luar tahapan kampanye.

"Tahapan kampanye baru dimulai 28 November sampai 10 Februari," katanya.

Hasil klarifikasi kepada ketiga bacaleg Nasdem juga menyatakan jika aksi itu dilakukan spontan setelah seni dodombaan meramaikan pendaftaran caleg ke KPU.

Baca Juga: Doa Sholat Dhuha Lengkap Tulisan Arab Latin dan Artinya, Bacalah Setiap Pagi

"Aksi nyawer itu bukan merupakan pelanggaran pemilu. Ketiganya juga belum didaftarkan sebagai pelaksana atau tim kampanye saat kejadian berlangsung," tambahnya.

Salah seorang bacaleg Nasdem dapil  5, Aa Usep Ebit Mulyana menyebut jika aksi sawer itu merupakan euforia semata. Dalam budaya, saweran itu merupakan bagi-bagi rezeki yang dilakukan.

"Itu hanya euforia, bukan dalam konteks politik uang. Diksi politik uang itu kan membayar orang untuk memilih," ujar Ebit.

Konteks politik uang yang ditudingkan tersebut dinilai Ebit sangat jauh. Apalagi menurutnya, saat kejadian itu semua terjadi secara spontan.

"Yang diberi uang juga bukan pemilih dan bukan di saat kampanye atau pencoblosan," katanya.

Meski begitu, Ebit bersyukut jika Nasdem telah diperingati atas kejadian tersebut dan menjadi pelajaran ke depannya.

"Hal semacam ini (saweran) dalam politik itu tabu, meski di kebudayaan jadi hal lumrah," katanya.(*)

Editor: Firman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI