Prof Budiman Mantan Pejabat Pemkab Garut Dikukuhkan sebagai Guru Besar FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Suara Garut | Suara.com

Minggu, 16 Juli 2023 | 20:00 WIB
Prof Budiman Mantan Pejabat Pemkab Garut Dikukuhkan sebagai Guru Besar FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Prof. Dr. Budiman, M.Si, MM, CEA, dikukuhkan sebagai Guri Besar Bidang Ilmu Manajemen oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.(Foto: Istimewa)

SUARA GARUT - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag, Jumat (14/07/2023), mengukuhkan dua Guru Besar di Aula Utama FEBI.

Kedua guru besar yang dikukuhkan itu adalah Prof. Dr. Budiman, M.Si, MM, CEA (Bidang Ilmu Manajemen) dan Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusup, M.Ag (Bidang Hukum Ekonomi Syariah). Acara dihadiri oleh unsur Dekanat, para Ketua/Sekretaris dari Manajemen Keuangan Syariah, Manajemen, Akuntansi Syariah, dan Ekonomi Syariah,  Ketua Laboratorium, para dosen, dan tenaga kependidikan, termasuk keluarga dan handai taulan.

Prof. Dr. Budiman, SE, M.Si - Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen yang baru dikukuhkan, sebelum meyampaikan orasi ilmiahnya berjudul “Hutanomics : Sebagai Alternatif Strategi Pembangunan Ekonomi  Hijau Berkelanjutan”, sempat mengungkapkan suasana batinnya antara haru, bahagia dan bangganya.

"Sungguh sulit saya mencari kata untuk  merangkai kalimat yang tepat, guna menggambarkan suasana batin saya saat ini – yang terkecamuk antara rasa haru, bahagia, dan bangga, karena dapat berdiri di sini untuk menyampaikan orasi dalam rangka pengukuhan sebagai guru besar," ungkapnya 

Bagaimana tidak, sebut Profesor Budiman, karir dirinya yang lama malang melintang  di lingkungan pemerintahan, setelah melalui perjalanan sangat panjang - di penghujung karier, beralih menjadi pendidik dengan  menyandang jabatan sebagai guru besar di kampus Universitas  Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD)

"Maha Besar Allah - The Greatest off all," ucapnya lirih.

Budiman, sosok lemah lembut asli Garut ini, sebelum pindah ke UIN SGD, dibesarkan dalam dunia birokrasi, bahkan sempat menjadi Plt. Sekretaris Daerah, meski core jabatan selebihnya tidak pernah jauh dari bidang ekonomi, juga sempat  mengajar cukup  lama di Universitas Garut.

Dalam orasi ilmiahnya, ia menyatakan, salah satu motif ekonomi paling kuat dari globalisasi ekonomi, adalah pertumbuhan ekonomi yang tak kenal batas. karenanya, perdagangan internasional telah menjadi pilihan utama, sekaligus jaminan kemakmuran paling konkret.  

Melalui aktivitas ini, kata Budiman, diyakini produksi dalam negeri  dapat ditingkatkan, standar hidup masyarakat dapat diperbaiki, dan isolasi bangsa-bangsa dapat dibuka seluas-luasnya, pertumbuhan ekonomi sebuah negara menjadi argumen utama  banyak negara,  dalam mengarungi kancah perdagangan global. Akan tetapi, gagasan pertumbuhan ekonomi dimaksud, sama sekali bukan tanpa kesulitan.

"Kesulitannya, bukanlah menyangkut manfaatnya sebagai alat ukur efektif bagi perbaikan taraf hidup masyarakat, melainkan  pada motifnya yang terdalam," ujarnya.

Faktor pendorong semua itu, sebut Budiman, selain  pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 3 (tiga) persen per tahun, ditopang pula dengan perdagangan  internasional  yang berkembang sangat cepat, yaitu rata-rata 5 persen  per tahun. Pertumbuhan perdagangan dunia tersebut, tentunya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi banyak negara.

"Sayangnya, di balik  keberhasilan  yang menakjubkan tersebut, kita menyaksikan kerugian sangat  besar pada lingkungan hidup kita," tuturnya.

Budiman mencontohkan, transportasi yang membutuhkan banyak energi, bisa menghabiskan cadangan minyak dunia dan meninggalkan polusi dahsyat  akibat emisi carbon dioksida yang melonjak hingga 3 kali lipat dari sebelumnya.

"Pertanyaannya, seberapa besarkah social cost, yang harus dibayarkan, akibat kerusakan alam dan tata hubungan antara manusia dengan alam, yang  diam-diam  mendatangkan wabah penyakit, memperparah kemiskinan, bahkan kerugian sosial budaya," tuturnya.

Professor Budiman menyatakan, dalam praktiknya, social cost tersebut seyogianya menjadi kebijakan pemerintah setempat, karena merekalah yang memiliki otoritas guna menentukan sejauh mana sebuah produk atau  komoditi dalam memenuhi persyaratan lingkungan hidup. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membuka Hubungan Kerjasama dengan Rusia, Ternyata ini yang Diharapkan Pemkab Garut

Membuka Hubungan Kerjasama dengan Rusia, Ternyata ini yang Diharapkan Pemkab Garut

| Selasa, 11 Juli 2023 | 17:03 WIB

Terkuak! Mantan Pejabat Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Juga jadi Makelar Ekspor-Impor

Terkuak! Mantan Pejabat Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Juga jadi Makelar Ekspor-Impor

News | Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:28 WIB

Pemkab Garut menerapkan Status Waspada Terhadap Ancaman Musim Kemarau, Sektor Rumah Tangga dan Pertanian Jadi Fokus Utama

Pemkab Garut menerapkan Status Waspada Terhadap Ancaman Musim Kemarau, Sektor Rumah Tangga dan Pertanian Jadi Fokus Utama

| Jum'at, 30 Juni 2023 | 06:01 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026

Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026

Entertainment | Rabu, 27 Mei 2026 | 23:12 WIB

Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan

Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 23:12 WIB

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis

Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:44 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Batam | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:27 WIB

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:08 WIB

Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau

Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:06 WIB

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:19 WIB

5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!

5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!

Tekno | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:11 WIB

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:59 WIB