Tembakau Bisa Cegah Virus Ebola

Ririn Indriani

Senin, 25 Agustus 2014 | 07:48 WIB
Tembakau Bisa Cegah Virus Ebola
Ilustrasi daun tembakau. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Ada kabar dan harapan yang menggembirakan dari Tanah Air menyangkut upaya untuk mencegah virus ebola yang saat ini sedang hangat diperbincangkan, karena belum ada obatnya.

Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya Malang, Sutiman, mengungkapkan, tembakau yang tumbuh di sejumlah wilayah di Indonesia ternyata bisa dimanfaatkan untuk menangkal virus ebola.

"Virus ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin," katanya di Malang, Jawa Timur, Senin (25/8/2014).

Menurut Sutiman, virus ebola menular lewat kontak badan atau ludah dan bisa merusak sistem peredaran darah hingga pembuluh darah pecah.

Gejala serangan virus ebola pada seseorang, kata dia, di antaranya ditandai dengan badan terasa panas selama dua hari hingga tiga pekan, tenggorokan sakit, otot linu-linu, kepala pening, muntah-muntah, dan diare.

Serangan virus ebola tersebut, kata pendiri Rumah Sehat dengan terapi rokok itu, bisa mengakibatkan fungsi hati dan ginjal menurun dan darah keluar dari kulit.

Berdasarkan catatan WHO dari 1.716 kasus yang terkena virus ebola, 1.350 penderita di antaranya meninggal.

Warga meninggal akibat virus ebola tersebut banyak terjadi di Afrika Barat, Brinee, Gunea Sierre Leone, Liberia, Negeria, dan sejumlah negara di Benua Afrika.

"Kalau melihat kondisi itu, kan sangat mengerikan, apalagi obatnya belum ada dan belum ditemukan," ujarnya.

Lebih lanjut Sutiman mengatakan bahwa tembakau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal itu sudah diketahui sejak kali pertama ditemukan di Amerika Serikat.

Orang-orang Eropa membawa tembakau Amerika itu ke Eropa untuk dibuat obat sejak 1500 M hingga sekarang. Sutiman mengatakan, selain dipakai untuk mengobati beberapa jenis penyakit, tembakau juga bisa dibuat vaksin untuk mencegah virus ebola.

Khusus virus ebola di dalam tanaman tembakau tersebut ada tobacco muzaic virus dan itu bisa disisipi gen antibodi untuk antiebola. Jadi, kata dia, tanaman tembakau tersebut bisa memproduksi vaksin antiebola.

"Oleh karena itu, kalau kami dari Universitas Brawijaya Malang ini dipercaya dan ditunjuk membuat vaksin tersebut, sangat siap," tegasnya.

Hanya saja, kata Sutiman, untuk mengembangkan vaksin tersebut di pasaran sangat sulit, karena persoalannya sangat kompleks meski dirinya yakin jika di balik kehebohan virus ebola itu akan muncul vaksin baru, seperti vaksin meningitis yang sebelumnya juga ramai menjadi perbincangan ketika menjelang musim haji beberapa tahun lalu.

Menurut dia, Indonesia selalu menjadi pasar potensial untuk vaksin virus ebola itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Cukai Rokok Hanya Cover 18% Beban Kesehatan, Biaya Berobat Terus Membengkak

Cukai Rokok Hanya Cover 18% Beban Kesehatan, Biaya Berobat Terus Membengkak

News | Selasa, 29 September 2026 | 19:52 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

Ada Peringatan 'Merokok Membunuhmu' Tapi Berlabel Halal? Komnas PT: Apa Kata Dunia?

Ada Peringatan 'Merokok Membunuhmu' Tapi Berlabel Halal? Komnas PT: Apa Kata Dunia?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 14:05 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Rokok Ilegal Makin Menggerogoti Industri, Negara dan Daerah Ikut Kehilangan Penerimaan

Rokok Ilegal Makin Menggerogoti Industri, Negara dan Daerah Ikut Kehilangan Penerimaan

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 18:37 WIB

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Sinopsis River, Film Horor Slasher Pembunuh Bertopeng di Sungai Terpencil

Sinopsis River, Film Horor Slasher Pembunuh Bertopeng di Sungai Terpencil

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dibangun dari Atas, KDMP Dinilai Rentan Bangkrut saat Tak Lagi Disokong Negara

Dibangun dari Atas, KDMP Dinilai Rentan Bangkrut saat Tak Lagi Disokong Negara

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:02 WIB

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×