Kontroversi di Dunia Kesehatan Sepanjang 2014 (1)

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 20 Desember 2014 | 16:13 WIB
Kontroversi di Dunia Kesehatan Sepanjang 2014 (1)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak kasus atau peristiwa yang kontroversi di dunia sepanjang 2014. Tak hanya di dunia politik, hukum dan sosial, tetapi juga di dunia kesehatan.

Apa saja? Yuk, kita kilas balik lagi isu-isu kesehatan yang menjadi kontroversi di dunia kesehatan sepanjang 2014.

1. Barbie Lammily, boneka yang menggambarkan kehidupan nyata perempuan

Sebenarnya Barbie versi baru kini muncul dalam wujud yang lebih manusiawi. Boneka tersebut diberi nama Lammily, lengkap dengan jerawat dan selulit. Adalah seniman dan peneliti Nickolay Lamm menangkap keinginan akan sebuah boneka yang tubuhnya tergolong wajar.

Barbie, dinilainya tidak edukatif karena menampilkan perempuan dengan figur tubuh yang tidak proporsional. Sementara Lamm menginginkan boneka dengan ukuran rata-rata perempuan usia 19 tahun di Amerika Serikat.

Hasilnya ada Lammily, tingginya 27 cm dan mengenakan busana seperti kebanyakan remaja, serta riasan yang sederhana. Sederhana bila dibandingkan dengan Barbie kreasi Mattel.

Penyuka boneka ini juga bisa mendandani bonekanya dengan goresan-goresan yang wajar terjadi di tubuh manusia. Misalnya, bintik kecokelatan di wajah atau freckles, selulit, jerawat, tahi lalat, hingga pipi memerah karena malu atau tegang.

Lamm ingin mengingatkan pada semua anak maupun remaja penyuka barbie bikinannya itu untuk menerima bahwa ketidaksempurnaan merupakan hal yang wajar, karena hidup tidak semulus tampilan fisik barbie yang lebih dulu ada.

2. Gluten buruk untuk kesehatan Anda
Diet bebas gluten punya sederet manfaat bagi tubuh. Selain membikin langsing, diet bebas gluten juga disebut membuat tubuh "enteng" karena makanan yang diasup meringankan kinerja saluran pencernaan. Gluten adalah campuran protein yang terdapat dalam bahan tepung-tepungan seperti gandum dan gandum hitam.

Kandungan gluten ditengarai bisa merusak lapisan usus dan mengganggu penyerapan makanan. Dengan menyingkirkan gluten dari daftar makanan yang diasup sehari-hari, seseorang bisa menjauhkan diri dari penyakit dan kemungkinan alergi.  

3. Apakah sunat benar-benar baik?
Sunat atau khitan biasanya dilakukan pada bayi atau justru ketika anak beranjak remaja. Sebagian besar orang masih menganggap praktik ini cenderung kuno. Tapi sebagian lainnya percaya bahwa sunat memiliki manfaat kesehatan.  

Para ilmuwan dalam beberapa penelitian menemukan bahwa sunat dapat menurunkan risiko PMS pada perempuan kanker prostat bagi laki-laki. Tak hanya itu, beberapa penelitian juga menemukan bahwa sunat mendatangkan konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan mental lelaki.

Studi yang dilakukan pada 2011 menunjukkan bahwa lelaki yang disunat memiliki skor 20 lebih tinggi dalam mengontrol emosi dibanding yang tidak melakukannya.

Selain tiga hal tersebut, masih ada lagi hal lain yangdianggap menjadi kontroversi di dunia kesehatan sepanjang 2014. Tunggu lanjutannya di artikel berikutnya ya! (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:55 WIB

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Health | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu Memilih Salah Satunya?

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu Memilih Salah Satunya?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×