Hapus Stigma Penderita Kusta, Menkes Canangkan Tiga Resolusi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 26 Januari 2015 | 17:55 WIB
Hapus Stigma Penderita Kusta, Menkes Canangkan Tiga Resolusi
Menkes Nila F. Moeloek saat menghadiri Hari Kusta Sedunia di gedung Kemenkes, Senin (26/1/2015). (Foto: suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Setelah 70 tahun merdeka, Indonesia ternyata masih menempati urutan ketiga di dunia pengidap kusta tertinggi, di mana merupakan penyakit kuno yang sering terabaikan. Stigma negatif terhadap penderita kusta pun masih melekat di benak masyarakat.

Kusta selama ini dianggap sebagai penyakit menular langsung dan berujung pada kecacatan sehingga sering dijauhi oleh lingkungan sekitarnya.

Bertepatan dengan Hari Kusta Sedunia, Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek, SpM(K)
mencanangkan Resolusi Jakarta, yang memuat tiga pendekatan guna menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.

"Kita tahu penderita kusta selalu dikucilkan, karena orang sehat selalu melihat mereka dengan ketakutan. Karena itu, kita harus bantu mereka untuk sembuh agar merasakan menjadi manusia yang bisa berinteraksi dengan sesamanya melalui pengobatan dan menghapus stigma negatif terhadap mereka," ujarnya dalam peringatan Hari Kusta Sedunia di gedung Kemenkes, Senin (26/1/2015).

Resolusi Jakarta ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Kementerian Sosial (Kemensos), WHO dan beberapa LSM untuk menghilangkan stigma negatif dan diskriminasi terhadap pengidap kusta. Dalam paparannya, Menkes Nila menekankan pentingnya pemahaman mengenai penyakit kusta bagi masyarakat dan pengidap kusta sendiri.

Jika sudah memahami maka masyarakat bisa menerima Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OPMYK) bahkan pengidap kusta itu sendiri.

"Kusta memang menular tapi tidak akan terjadi dengan cepat melainkan menular setelah melalui kontak lama dengan penderita. Ini tugas kita agar masyarakat bisa memahami kusta dan bisa menerima mantan maupun penderita kusta," imbuh Menkes.

Tak hanya itu, Nila juga mengimbau para keluarga atau masyarakat untuk aktif mengajak pengidap kusta agar memeriksakan kondisinya ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika patuh menjalani pengobatan, maka pengidap kusta bisa sembuh dari penyakitnya.

"Keluarga juga bisa mengajak penderita kusta untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat demi mendapatkan obat-obatan gratis. Berikan motivasi kepada mereka demi kesembuhannya," ungkap Menkes Nila.

Terakhir, Menkes Nila menekankan pentingnya pemahaman dari para tenaga kesehatan untuk melayani seluruh pasien tanpa diskriminasi. Jika tiga resolusi ini diterapkan, maka Menkes yakin kusta sudah tereliminasi di Indonesia pada 2019.

"Saya kira penyakit kusta ini erat kaitannya dengan sanitasi dan air bersih sehingga sangat penting adanya kerja sama lintas sektor agar target tahun 2019 kusta sudah tereliminasi di Indonesia," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bercak Putih di Kulit, Hati-Hati Gejala Kusta

Bercak Putih di Kulit, Hati-Hati Gejala Kusta

Health | Senin, 26 Januari 2015 | 15:06 WIB

Kasus Kusta, Indonesia Ketiga Terbanyak di Dunia

Kasus Kusta, Indonesia Ketiga Terbanyak di Dunia

Health | Sabtu, 17 Januari 2015 | 06:59 WIB

Pantang Menyerah Menghapus Stigma Negatif Pengidap Kusta

Pantang Menyerah Menghapus Stigma Negatif Pengidap Kusta

Bisnis | Rabu, 05 Maret 2014 | 17:41 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB