Diet Rendah Karbohidrat Picu Gangguan Pencernaan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 03 Februari 2015 | 20:08 WIB
Diet Rendah Karbohidrat Picu Gangguan Pencernaan
Diet, salad, sayur, vegetarian

Suara.com - Diet rendah karbohidrat selama ini dijalani seseorang untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Namun, cara ini mendapatkan perhatian serius bagi para ahli gizi yang menganggap bahwa diet rendah karbo akan mengurangi asupan serat harian sehingga dapat memicu masalah kesehatan lainnya.

Dalam diet rendah karbohidrat, seseorang umumnya menghindari asupan kentang. Padahal menurut survei terbaru yang dilakukan oleh National Diet and Nutrition Survey, hal ini merupakan kabar buruk bagi kesehatan pencernaan seseorang.

Kentang menyediakan 12 persen dari kebutuhan serat orang dewasa, di mana dua kali lipatnya bisa kita dapatkan melalui sereal saat sarapan dan 30 persennya biasa didapat dari roti tawar gandum.

Kentang merupakan sumber serat terpenting bagi remaja usia 11-18 tahun untuk mendapatkan 15 persen serat dari asupan makanan sehari-hari mereka. Serat menyimpan manfaat penting bagi kesehatan, bahkan beberapa studi menyebutkan bahwa konsumsi serat yang cukup dapat membantu tubuh mengurangi risiko penyakit jantung, dan kanker.

Selain itu, konsumsi serat dapat memperlancar sistem pencernaan yang ditandai dengan buang air besar (BAB) yang teratur dan menimbulkan rasa kenyang sehingga dapat mengontrol berat badan.

Kentang selama ini dipercaya mengandung kalori yang besar sehingga dapat berkontribusi untuk kenaikan berat badan seseorang. Kenyataannya kentang justru rendah kalori dan bebas lemak sehingga hanya memberikan 6 persen asupan energi untuk orang dewasa, lebih rendah dibanding roti tawar.

Tapi serat bukan satu-satunya manfaat yang ditawarkan salah satu jenis umbi ini. Kentanh juga merupakan sumber kalium sehingga membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN) merekomendasikan setengah dari asupan kalori sesorang berasal dari karbnohidrat, terutama kentang dan sereal gandum.

"Perlu ada perubahan pada pola diet di mana karbohidrat sebagai sumber energi tidak perlu dihindari sama sekali, tapi carilah sumber karbohidrat yang rendah kalori dan tinggi serat. Asupan serat penting bagi tubuh yang biasanya didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan," kata pengurus SACN. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Anda Harus Konsumsi Buah Kering

Ini Alasan Anda Harus Konsumsi Buah Kering

Health | Selasa, 03 Februari 2015 | 16:43 WIB

Camilan Sehat Saat Bekerja (2)

Camilan Sehat Saat Bekerja (2)

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2015 | 06:57 WIB

Diet Instan? Yoga Aja...

Diet Instan? Yoga Aja...

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2015 | 06:00 WIB

Kekurangan Vitamin A Bisa Sebabkan Hamil Anggur

Kekurangan Vitamin A Bisa Sebabkan Hamil Anggur

Health | Senin, 26 Januari 2015 | 14:10 WIB

Terkini

Urutan Model Bisnis DSI, Awal Mula Jadi Perantara Ekspor

Urutan Model Bisnis DSI, Awal Mula Jadi Perantara Ekspor

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Apakah Sering Gonta-Ganti Sampo Berbahaya? Ini Jawabannya

Apakah Sering Gonta-Ganti Sampo Berbahaya? Ini Jawabannya

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Di Tengah Karhutla Kalimantan, Bagaimana Belajar Mengendalikan Api dari Pengetahuan Dayak Maayan

Di Tengah Karhutla Kalimantan, Bagaimana Belajar Mengendalikan Api dari Pengetahuan Dayak Maayan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:07 WIB

The Jakmania Titip Pesan Jelang Persija Jakarta vs Persib Bandung di Tengah Gejolak Demo di Jakarta

The Jakmania Titip Pesan Jelang Persija Jakarta vs Persib Bandung di Tengah Gejolak Demo di Jakarta

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:01 WIB

5 Rekomendasi Alat Kopi Praktis untuk Dibawa Liburan, Ngopi Enak Tak Harus di Kafe

5 Rekomendasi Alat Kopi Praktis untuk Dibawa Liburan, Ngopi Enak Tak Harus di Kafe

Sumut | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Keadilan Tak Lagi Terasa Adil dalam Novel Tragedi Pedang Keadilan

Ketika Keadilan Tak Lagi Terasa Adil dalam Novel Tragedi Pedang Keadilan

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Malaysia Murka dengan Orang Indonesia Gegara Kevin Diks dan Calvin Verdonk, Kok Bisa?

Malaysia Murka dengan Orang Indonesia Gegara Kevin Diks dan Calvin Verdonk, Kok Bisa?

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Slow Cooker vs Rice Cooker, Apa Bedanya? Kenali Fungsi dan Kegunaannya

Slow Cooker vs Rice Cooker, Apa Bedanya? Kenali Fungsi dan Kegunaannya

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?

Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Tentara AL Tembak Mati Teman Sendiri di Kapal Induk USS John F. Kennedy

Tentara AL Tembak Mati Teman Sendiri di Kapal Induk USS John F. Kennedy

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:50 WIB

×