Ini yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Anda Berhenti Minum Soda

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 22 Maret 2015 | 11:11 WIB
Ini yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Anda Berhenti Minum Soda
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Lidah dan telinga kita mungkin tak asing lagi dengan minuman bersoda. Hampir semua orang sudah pernah mengonsumsinya, bahkan dijadikan kebiasaan. Soda serupa dengan rokok, alkohol dan obat-obatan yang dapat mengakibatkan candu.

Penelitian tentang bahaya minuman bersoda telah banyak dilakukan dan temuan rata-rata menyebutkan bahwa minuman jenis ini berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan jangka waktu yang lama. Minuman ringan ini tidak hanya buruk untuk kesehatan tetapi juga dapat merusak lingkungan hidup.

Begitu banyak kerugian yang didapat dari minuman bersoda, oleh karena itu mulailah untuk berhenti mengonsumsinya atau setidaknya mengurangi intensitasnya sedikit demi sedikit.

Ketika mulai berhenti mengonsumsi minuman bersoda, maka seketika Anda akan merasakan perubahan besar pada kesehatan.

Coba ganti minuman bersoda dengan air mineral secara teratur, dan semua organ tubuh akan merasakan keuntungannya, seperti dijelaskan di bawah ini.

1. Jantung
Berhenti mengonsumsi minuman bersoda sama dengan menyelamatkan jantung Anda. Sebuah studi pada 2012 lalu yang dilakukan Harvard University menemukan bahwa minuman manis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung kronis.

Orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda memiliki kemungkinan 20 persen terkena serangan jantung. Studi lain mengatakan bahwa dengan kebiasaan serupa, seseorang dapat dengan mudah mengalami tekanan darah tinggi.

Dengan mengurangi jumlah asupan minuman bersoda per hari maka tekanan darah akan semakin turun, dan menjaga jantung tetap sehat.

2. Otak
Biasanya orang yang mengonsumsi minuman bersoda setelah makan siang untuk melegakan dahaga. Selain itu mereka juga ingin tetap melek dan fokus pada saat bekerja karena kafein yang terkandung di dalam soda.

Buruknya kebiasaan itu dapat dirasakan dalam waktu yang panjang, karena sebuah studi mengatakan bahwa seringnya mengkonsumsi minuman bersoda dapat merusak otak, memori, dan menggangu proses berpikir.

"Kami telah menyelidiki bahwa kebiasaan minum minuman bersoda akan lebih buruk jika dibarengi dengan mengonsumsi makanan junk food, yang mana banyak dilakukan masyarakat modern pada saat ini. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi fungsi dan struktur otak, akibatnya bisa membuat orang susah untuk mengingat dan melakukan proses berpikir," kata penulis studi.

Berbagai penelitian lainnya juga telah menemukan kaitan antara minuman bersoda dengan penyakit Alzheimer atau jenis lain dari Demensia.

3. Gigi
Soda mengandung zat yang dapat merusak gigi. Keputusan untuk berhenti mengonsumsi soda akan membuat gigi tetap sehat dengan seyuman indah. Bahkan menurut sebuah studi 2013, pada kasus yang cukup parah, soda dapat membuat gigi berkarat yang meninggalkan plak.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa perempua yang minum 2 liter soda setiap hari selama tiga sampai lima tahun, memiliki risiko tinggi terkena erosi gigi yang parah seperti pada pecandu methamphetamine, serta pecandu kokain. Asam sitrat dalam soda dapat mengikis enamel gigi, sehingga membuatnya lebih lembut dan lebih rentan terhadap gigi berlubang dan menguning.

Mengganti soda dengan air mineral akan bermanfaat memutihkan gigi dan menjaga gigi tetap sehat.

4. Kandung kemih
Soda mengandung diuretik. Hal ini bisa membuat orang yang mengonsumsinya secara tiba-tiba buang air kecil secara terus menerus. Jika terus terjadi maka kantung kemih akan mengalami infeksi. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan berhenti mengonsumsi minuman bersoda dan menggantinya dengan air mineral dan jus buah tanpa gula.

5. Tulang
Kesehatan tulang juga bisa terganggu jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda. Oleh karena itu, kurangi jumlah asupannya dan bergantilah ke minuman yang mengandung kalsium tinggi untuk menjaga kesehatan tulang.

6. Ginjal
Ginjal juga akan merasakan manfaat yang lebih baik ketika Anda mulai meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi soda. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum soda terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal dan berujung pada gagal ginjal.

Peneliti dari Nurses Health Study menemukan bahwa wanita yang minum soda setiap hari akan mengalami penurunan fungsi hati dibandingkan dengan wanita yang tidak minum soda. Maka jangan ragu untuk meninggalkannya dan ginjal Anda pun akan berfungsi dengan baik. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Pewarna Karamel Pada Minuman Soda Pemicu Kanker

Studi: Pewarna Karamel Pada Minuman Soda Pemicu Kanker

Health | Selasa, 03 Maret 2015 | 19:57 WIB

Minuman Ringan Sebabkan Kerusakan Ginjal, Benarkah?

Minuman Ringan Sebabkan Kerusakan Ginjal, Benarkah?

Health | Jum'at, 27 Februari 2015 | 20:16 WIB

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Health | Rabu, 25 Februari 2015 | 15:43 WIB

Minum Soda Terlalu Sering Bisa Picu Kanker

Minum Soda Terlalu Sering Bisa Picu Kanker

Health | Sabtu, 21 Februari 2015 | 07:47 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB