Array

Stroberi Bisa Turunkan Risiko Tiga Penyakit Ini

Ririn Indriani Suara.Com
Senin, 23 Maret 2015 | 10:37 WIB
Stroberi Bisa Turunkan Risiko Tiga Penyakit Ini
Stroberi. (Shutterstock)

Suara.com - Meski mengandung kadar gula yang cukup tinggi, stroberi ternyata dapat mengurangi risiko komplikasi diabetes.

Ini dibuktikan dari sebuah penelitian terkini yang menemukan fakta mengejutkan bahwa stroberi dapat menekan risiko komplikasi diabetes tipe satu dan dua.

Tak hanya itu, menurut tim peneliti di The Salk Institute for Biological Studies, San Diego, California, stroberi juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan beberapa kanker tertentu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis flavonoid yang disebut fisetin dalam stroberi berperan dalam mengunci perkembangan risiko penyakit-penyakit tersebut.

"Kami menemukan satu faktor utama yang berperan dalam mencegah diabetes, yakni fisetin. Molekul ini bekerja sangat baik dan cukup teruji," kata salah satu peneliti senior dan Head of The Cellular Neurobiology Laboratory The Salk Institute for Biological Studies David Schubert, Ph.D.

Seorang ilmuwan senior lain dari Cellular Neurobiology Laboratory (CNL) Pam Maher, Ph.D menjelaskan bahwa awal pengidentifikasian sebagai flavonoid sudah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu. Flavonoid yang termasuk senyawa polifenol sering dijumpai pada anggur dan bluberi.

"Pada tumbuhan, flavonoid berperan sebagai tabir surya pelindung daun dan buah dari serangga. Sebagai makanan, mereka berperam besar dalam diet karbohidrat," imbuhnya.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, tim peneliti melakukan pengujian terhadap tikus jenis akita. Secara genetik, tikus ini menderita kadar gula darah tinggi, mirip seperti manusia yang mengidap penyakit diabetes. Sebagai bagian dari terapi, mereka diberikan 37 stroberi setiap hari.

Alhasil, risiko terjadinya komplikasi diabetes berkurang drastis, dan aktivitas inflamasi yang berhubungan dengan kanker pun melambat. Selain itu saraf yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer bergerak teratur dan mengurangi kecemasan.

Lebih dari itu, fisetin juga dapat mengurangi kompilkasi ginjal pada penderita diabetes. "Kami menemukan bahwa diabetes dapat menjadi faktor risiko penyakit Alzheimer dan fisetin dapat mengendalikan risiko itu secara signifikan," kata Schubert.

Temuan tersebut memperkuat beberapa penelitian lain yang menganjurkan orang untuk beralih pada gaya hidup yang sehat yaitu, mempertahankan diet seimbang, rajin berolahraga, dan menjaga kesehatan mental.

Meski hasil dari penelitian tersebut menunjukkan hasil yang positif, namun para peneliti mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut ke tingkat manusia masih diperlukan untuk mengetahui kemungkinan fisetin dijadikan obat klinis.

Namun, tampaknya masih terdapat banyak tantangan, salah satunya tentang kesulitan menjamin produk alami.

"Kami tidak akan pernah tahu apakah senyawa fisetin bekerja maksimal pada manusia sampai ada seseorang yang bersedia mendukung uji klinis ini," pungkasnya. (Sciencedaily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI