Waspadai 5 Gejala Bunuh Diri Ini Pada Orang Dekat Anda

Sabtu, 12 September 2015 | 06:32 WIB
Waspadai 5 Gejala Bunuh Diri Ini Pada Orang Dekat Anda
Ilustrasi orang yang menjauhi keramaian (Shutterstock).

Suara.com - Data WHO 2015 menyebutkan bunuh diri di beberapa negara merupakan penyebab kematian nomor dua pada penduduk usia 15-29 tahun. Bunuh diri sebenarnya merupakan masalah yang kompleks karena terjadi setelah dipicu berbagai macam hal.

Dokter spesialis kesehatan jiwa, Albert Maramis, menyatakan bahwa bunuh diri sering diasosiasikan akibat kejadian kekerasan yang dialami, terpapar konflik, korban bencana alam, kehilangan hingga mendapat diskriminasi dari lingkungan sosialnya.

"Salah satu faktor risiko terbesar adalah gangguan jiwa, seperti depresi, skizofrenia hingga bipolar. Mereka kerap putus asa dalam menghadapi hidup dan tak tahu lagi bagaimana cara mengatasinya," kata dokter Albert pada temu media peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia di Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Ia pun menegaskan bahwa bunuh diri sebenarnya bisa dicegah. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang menunjukkan gejala berpotensi melalukan bunuh diri. Dengan mengenali gejala atau ciri-ciri maka kasus bunuh diri bisa dicegah. Berikut adalah ciri-ciri seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri.

1. Perubahan tingkah laku
Dr Albert menjelaskan bahwa gejala utama yang dialami oleh orang yang berniat bunuh diri adalah adanya perubahan tingkah laku. Jika seseorang yang sebelumnya dikenal sebagai ceria lalu mendadak murung dan menarik diri dari pergaulan biasaya menyimpan masalah tertentu dan berisiko melakukan bunuh diri.

2. Menarik diri dari pergaulan
Ketika diselimuti oleh masalah, sebagian orang memilih untuk menarik diri dari pergaulan dan mencoba mencari solusi tanpa bantuan orang lain.

"Kalau ada teman atau anggota keluarga yang tiba-tiba jarang ikut berkumpul tanpa alasan yang jelas padahal biasanya dia tidak pernah absen, mungkin bisa didekati secara personal untuk diketahui penyebabnya," imbuhnya.

3. Update status tentang kematian
Status di sosial media bisa menjadi cara untuk menganalisis kecenderungan seseorang melakukan bunuh diri. Menurut dokter Albert orang yang berpotensi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri biasanya kerap membuat membicarakan mengenai kematian.

4. Sedih berlebihan
Salah satu gejala orang yang berniat melakukan bunuh diri adalah sedih atau menangis berlebihan. Perubahan mood ini biasanya terjadi secara tiba-tiba pada orang yang sebelumnya terlihat bahagia atau ceria.

5. Menyakiti diri sendiri
Pada kasus depresi yang sangat berat, biasanya seseorang tega menyakiti dirinya sendiri. Mulai dari menyayat bagian tubuh dengan silet hingga melakukan percobaan meminum racun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI