Ditemukan, Obat Untuk Atasi Kebotakan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 27 Oktober 2015 | 10:38 WIB
Ditemukan, Obat Untuk Atasi Kebotakan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti baru saja mengidentifikasi obat yang bekerja sebagai krim untuk merangsang pertumbuhan rambut terutama bagi mereka yang memiliki masalah kebotakan.

Menurut peneliti, meskipun pengobatan kanker biasanya memicu kerontokan rambut, beberapa obat khusus yang dapat menghambat Janus kinase (JAK) bisa merangsang pertumbuhan rambut.

Dalam percobaannya, Angela M Christiano, peneliti dari Columbia University Medical Center menemukan bahwa beberapa obat yang dikenal sebagai inhibitor JAK mempromosikan pertumbuhan rambut yang cepat ketika langsung diaplikasikan pada kulit.

Studi ini meningkatkan peluang inhibitor JAK dapat digunakan untuk memulihkan pertumbuhan rambut bagi laki-laki yang botak atau mereka yang mengalami kerontokan rambut akibat penyakit tertentu.

Dua inhibitor JAK telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Satu disetujui untuk pengobatan kelainan darah (ruxolitinib) dan yang lainnya untuk rheumatoid arthritis (tofacitinib).

Keduanya sedang diuji dalam uji klinis untuk pengobatan psoriasis plak dan alopecia areata, penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok.

"Temuan kami sangat menjanjikan, meskipun belum menunjukkan bahwa hal ini efektif untuk mengatasi kebotakan pada laki-laki," kata Christiano.

Ia dan rekan-rekannya menemukan efek inhibitor JAK untuk merangsang pertumbuhan rambut secara kebetulan ketika mereka sedang mempelajari jenis-jenis kerontokkan rambut yang dikenal sebagai alopecia areata, yang disebabkan oleh serangan autoimun pada folikel rambut.

Mereka menemukan bahwa inhibitor JAK mematikan sinyal yang memprovokasi serangan autoimun, dan jika diolah dalam bentuk oral dapat mengembalikan pertumbuhan rambut pada beberapa orang dengan gangguan tersebut.

Dalam percobaan berikutnya, Christiano menemukan bahwa tikus mengalami pertumbuham rambut yang cepat ketika diolesi obat tersebut di kulitnya.

Ia yakin bahwa hasil ini juga berlaku pada manusia yang mengalami masalah kebotakan atau kerontokan rambut karena penyakit tertentu. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tempelkan Rambutnya ke Kepala Rekannya yang Botak, Lelaki Diciduk

Tempelkan Rambutnya ke Kepala Rekannya yang Botak, Lelaki Diciduk

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 05:20 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB