Studi: Bayi Kembar Lebih Berisiko Kanker

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 06 Januari 2016 | 12:35 WIB
Studi: Bayi Kembar Lebih Berisiko Kanker
Ilustrasi bayi kembar. (Shutterstock)

Suara.com - Studi terkini menyebutkan, bayi kembar lebih berisiko mengidap kanker dibandingkan bayi yang lahir tunggal. Selain itu, studi ini juga menyatakan bahwa bayi kembar memiliki risiko lebih tinggi untuk sakit.

Namun studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) ini menegaskan, jika salah satu bayi kembar mengidap kanker, bukan berarti saudara kembarnya juga akan mengidap kanker yang sama.

Menurut peneliti, jumlah peningkatan risiko kanker 14 persen lebih tinggi terjadi pada mereka yang kembar identik.

"Kembar identik berkembang dari sel telur yang sama sehingga mereka memiliki materi genetik yang sama persis," ujar peneliti, Jacob Hjelmborg, dari University of Southern Denmark.

Si kembar yang dijadikan responden dalam penelitian ini berasal dari Denmark, Finlandia, Swedia dan Norwegia.

Ketika peneliti melihat kelompok secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa sekitar satu dari tiga orang kembar menderita kanker.

Oleh karena itu, risiko kanker pada kembar identik meningkat menjadi 46 persen. Sedangkan jenis kanker yang paling mungkin diidap para saudara kembar antara lain kanker kulit (58 persen), kanker prostat (57 persen), kanker ovarium (39 persen), kanker ginjal (38 persen), kanker payudara (31 persen) dan kanker rahim (27 persen).

"Kami menyimpulkan bahwa genetik sangat berpengaruh pada risiko kanker yang mungkin akan diidap seseorang. Itu sebabnya banyak saudara kembar yang menderita kanker," imbuh peneliti. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Layaknya Dongeng, Anak Ini Miliki Hidung Pinokio

Layaknya Dongeng, Anak Ini Miliki Hidung Pinokio

Health | Rabu, 16 Desember 2015 | 10:29 WIB

Terungkap, Kasus Kematian Bayi di Papua Dipicu Penyakit Ini!

Terungkap, Kasus Kematian Bayi di Papua Dipicu Penyakit Ini!

Health | Jum'at, 11 Desember 2015 | 14:53 WIB

Ini yang Perlu Dipahami Tentang Pola Tidur Bayi Baru Lahir

Ini yang Perlu Dipahami Tentang Pola Tidur Bayi Baru Lahir

Health | Rabu, 02 Desember 2015 | 14:27 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB