Mengenal Sianida, Racun Mematikan yang Ada di Lambung Mirna

Siswanto, Firsta Nodia

Senin, 11 Januari 2016 | 17:56 WIB
Mengenal Sianida, Racun Mematikan yang Ada di Lambung Mirna
Pra rekonstruksi kasus Wayan Mirna Salihin (27) di kafe Olivier, Grand Indonesia [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Rabu (6/1/2016) malam lalu, Wayan Mirna Salihin (27) meninggal usai menyeruput kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat. 

Belakangan hasil temuan Polda Metro Jaya mengungkap adanya jejak sianida pada tubuh Mirna.

Sianida sendiri merupakan zat beracun yang sangat mematikan. Efek yang ditimbulkan saat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat ini sangat cepat, bahkan bisa mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit.

Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Kepala Balitbangkes yang kini bekerja untuk WHO, zat sianida yang sering digunakan adalah hidrogen sianida karena mudah bercampur dengan air.

"Hidrogen sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan, dan dalam dosis besar dapat sangat fatal akibatnya. Setelah terpapar, sianida langsung masuk ke dalam pembuluh darah," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin (11/1/2016).

Lebih lanjut ia menambahkan jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka zat tersebut akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan dikeluarkan dari tubuh melalui urin. 

Sebaliknya, bila jumlah sianida yang masuk ke tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengeluarkannya, dan timbul gejala keracunan. 


"Keracunan sianida dapat berakibat buruk pada sistem kardiovaskuler, termasuk peningkatan resistensi vaskuler dan tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan dan sistem susunan saraf pusat," imbuhnya.

Sianida bisa memicu kematian jika mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase yang memicu terhentinya metabolisme sel dan gangguan respirasi seluler.

Tanda awal dari keracunan sianida yang harus diperhatikan adalah peningkatan frekuensi pernapasan, nyeri kepala, sesak napas, perubahan perilaku seperti cemas, agitasi dan gelisah serta berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo.


"Jika sudah menyerang susunan saraf pusat maka korban keracunan akan mengalami tremor, aritmia, kejang-kejang, koma, dan penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung dan akhirnya meninggal," kata Prof. Tjandra.
‎
Namun di sisi lain, kata dia, sianida dalam dosis rendah juga dapat ditemukan di alam dan ada pada setiap produk yang biasa kita konsumsi. 

"Sianida juga dapat diproduksi oleh bakteri, jamur dan ganggang. Selain itu terdapat pula dalam asap rokok misalnya, juga asap kendaraan bermotor, industri, pertambangan dan lain-lain," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Kejang-kejang, di Klinik Inilah Pertamakali Mirna Dirawat

Usai Kejang-kejang, di Klinik Inilah Pertamakali Mirna Dirawat

News | Senin, 11 Januari 2016 | 17:48 WIB

Budi Anduk Pergi Selamanya, Dunia Maya Ikut Berduka

Budi Anduk Pergi Selamanya, Dunia Maya Ikut Berduka

Entertainment | Senin, 11 Januari 2016 | 16:08 WIB

Budi Anduk Dimakamkan Hari Ini

Budi Anduk Dimakamkan Hari Ini

Entertainment | Senin, 11 Januari 2016 | 16:02 WIB

Terkini

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×