Anak Ogah Dibacakan Dongeng, Coba Trik Ini

Yazir Farouk | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 24 September 2016 | 15:30 WIB
Anak Ogah Dibacakan Dongeng, Coba Trik Ini
Ilustrasi mendongeng. (Shutterstock)

Suara.com - Membacakan cerita dongeng untuk anak cukup bermanfaat karena bisa menstimulasi daya imajinasi dan kreativitas. Namun tak semua anak mau dibacakan dongeng.

Penulis dongeng asal Australia, Mark Greenwood berbagi trik kepada para orangtua agar mudah membacakan dongeng untuk anak. Hal yang perlu diperhatikan, kata dia, melihat usia mereka lebih dulu.

Bila si anak sudah masuk usia sekolah, ada baiknya orangtua memilih cerita dongeng tentang sejarah. Tujuannya, agar si anak penasaran.

"Tentu agar lebih menarik bisa menambahkan bumbu lainnya, melalui ilustrasi atau gambar, foto-foto masa lampau, serta bahasa yang menarik," katanya dalam 'Book Week' yang diadakan di Australian Independent School (AIS).

Dari cerita tersebut, anak bakal penasaran tentang sejarah atau misteri yang ada dibalik suatu cerita. Sehingga, mereka ingin tahu lebih banyak dan semangat menggali cerita tersebut secara lengkap di tempat lain seperti perpustakaan atau toko buku.

Lantas bagaimana jika anak Anda belum mengerti sejarah? Biarkan si anak bebas memilih buku yang diinginkan.

"Kita sebagai orangtua biasanya yang menentukan. Nah sekarang jalani proses memilih buku bersama. Pergi ke toko buku atau perpustakaan, ambil beberapa buku, minta anak memilihnya. Ini membantu anak belajar mencintai buku. Setiap orang tidak secara langsung memiliki bakat mendongeng, semuanya tahap demi tahap," ujarnya menjelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Latih Imajinasi Anak dengan Dongeng

Latih Imajinasi Anak dengan Dongeng

Lifestyle | Senin, 07 Juli 2014 | 07:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB