Pasangan Menikah Dini Sering Kebingungan Rawat Bayi

Angelina Donna | Suara.com

Sabtu, 15 Oktober 2016 | 19:30 WIB
Pasangan Menikah Dini Sering Kebingungan Rawat Bayi
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Pakar keperawatan maternitas Rita mengingatkan banyak pasangan yang menikah dini kerap kebingungan dalam merawat anaknya yang masih bayi.

"Ya, dipengaruhi juga dari aspek usia yang masih sangat muda. Mereka secara psikologis kerap belum siap untuk memiliki anak, terutama dari si ibunya," kata Ns. Rita Dewi, M.Kep.Sp.Kep.Mat. di Semarang, Sabtu (15/10/2016)

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pemateri kegiatan "parenting class" bertema "Perawatan Bayi Baru Lahir" yang diprakarsai Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang.

Rita yang juga Kepala Bidang Keperawatan RSIA Kusuma Pradja Semarang mengatakan bahwa anak, terutama yang masih bayi atau baru lahir, membutuhkan perawatan khusus yang harus dipahami para ibu.

"Mereka (pasangan dini) ini sebenarnya belum siap memiliki anak dan memang belum pernah punya anak jadi kebingungan. Namun, perawatan bayi baru lahir ini bisa dipelajari," katanya.

Secara umum, kata jebolan Magister Keperawatan Maternitas Universitas Indonesia (UI) itu, ada beberapa faktor yang harus dipahami dalam merawat bayi, yakni bayi butuh ketenangan dan kehangatan.

"Kemudian, pakaian bayi juga harus diperhatikan, cara memandikan bayi, perawatan tali pusar, hingga pemberian air susu ibu. Yang kerap jadi kendala, perawatan tali pusar bayi," katanya.

Biasanya, kata dia, ibu yang sudah pernah memiliki anak sudah paham. Akan tetapi, yang sama sekali belum memiliki anak sering kebingungan. Misalnya, ketika tercium bau menyengat dari tali pusar anaknya.

Ia menjelaskan bahwa prinsip perawatan tali pusar bayi adalah bersih dan kering sehingga ibu harus sesering mungkin membersihkan dengan air hangat dan kasa steril tanpa menunggu sampai bayi dimandikan.

"Begitu tahu popok anaknya basah, segera bersihkan tali pusar. Sebenarnya kalau perawatan dilakukan secara tepat, biasanya dalam 5 sampai 7 hari tali pusar sudah kering atau 'puput'," kata Rita.

Sementara itu, Direktur RSIA Kusuma Pradja Semarang dr. Makmur Santosa, MARS, menjelaskan "parenting class" merupakan kegiatan bulanan yang menyasar kalangan ibu, kader posyandu, dan PKK.

"Jadi, bisa membantu memberikan edukasi kepada mereka. Temanya bervariasi, tetapi seputar kesehatan ibu dan anak. Alhamdulillah, antusias peserta sangat besar meski tidak gratis," katanya.

Bahkan, kata dia, peserta tetap antusias berdatangan meski beberapa waktu lalu Jalan Bugangan Raya yang menjadi akses jalan menuju RSIA Kusuma Pradja sempat tergenang rob atau limpasan air laut.

"Alhamdulillah, sejak 8 Agustus lalu sudah tidak rob lagi. Ya, ini semua tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota Semarang dan jajaran terkait. Kami sangat berterima kasih," pungkas Makmur. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perlukah Bayi Gunakan Bantal?

Perlukah Bayi Gunakan Bantal?

Health | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:27 WIB

Bocah Perempuan Tewas Usai Ditinggal dalam Mobil Selama 9 Jam

Bocah Perempuan Tewas Usai Ditinggal dalam Mobil Selama 9 Jam

News | Senin, 10 Oktober 2016 | 06:10 WIB

Ibu Pemutilasi Anak Kandung Diduga Sempat Tunjukkan Perilaku Aneh

Ibu Pemutilasi Anak Kandung Diduga Sempat Tunjukkan Perilaku Aneh

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 15:23 WIB

Ini Kronologis Kasus Mutilasi Anak yang Dilakukan Ibu Kandung

Ini Kronologis Kasus Mutilasi Anak yang Dilakukan Ibu Kandung

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 13:41 WIB

Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Health | Senin, 11 Januari 2016 | 16:19 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB