Ini Risikonya Bila Obat ARV Tak Lagi Disubsidi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 01 Desember 2016 | 18:10 WIB
Ini Risikonya Bila Obat ARV Tak Lagi Disubsidi
Ilustrasi obat ARV untuk orang dengan HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah berencana menerapkan skema terapi Antiretroviral Berbayar (ARVB) pada penyandang HIV/AIDS (ODHA). Meski belum diketahui dari mana asal informasi tersebut berhembus, Ketua Komite Program Yayasan AIDS Indonesia (YAIDS) dr Sarsanto, SpOG  menanggapi bahwa jika benar diterapkan maka ada kemungkinan banyak ODHA yang putus obat.

"Ditakutkan bisa putus obat, terutama buat mereka yang sudah biasa, dari level yang kurang mampu datang puskesmas untuk mendapat obat. Kalau harus bayar kan mahal jadi khawatirnya banyak ODHA yang putus obat," ujarnya pada temu media yang dihelat YAIDS di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Lebih lanjut Sarsanto menjelaskan, jika ODHA putus obat maka daya tahan tubuhnya akan menurun dan risiko penyakit penyerta dari infeksi virus HIV dapat membahayakan nyawanya.

"Daya tahan tubuh ODHA akan turun lagi. Penyakit yang tadinya tidak berkembang, akan muncul. Misalnya TBC. Dan TBC yang diderita penyandang HIV tidak bisa disembuhkan dengan obat biasa karena mengandung virus HIV. Sehingga risiko kematian akibat penyakit penyerta akan lebih tinggi," tambah dia.

Terapi antiretroviral (ARV) sendiri, lanjut Sarsanto, bertujuan untuk menghentikan replikasi virus HIV. Hingga saat ini, obat ARV merupakan satu-satunya harapan bagi penyandang HIV/AIDS untuk bertahan hidup.

Selama ini pemerintah Indonesia memberikan subsidi untuk obat ARV generik sehingga ODHA bisa mendapatkannya secara gratis.

"Kita usahakan memasukkan anggaran ini melalui Kemenkes untuk pengobatan supaya mereka yang sudah berobat jangan sampai putus. Karena ARV kan harus diminum seumur hidup," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes: Kasus HIV/AIDS Tertinggi Dialami Ibu Rumah Tangga

Menkes: Kasus HIV/AIDS Tertinggi Dialami Ibu Rumah Tangga

Health | Kamis, 01 Desember 2016 | 16:09 WIB

Memprihatinkan, Kasus HIV/AIDS di Indonesia Nyaris Tembus 300.000

Memprihatinkan, Kasus HIV/AIDS di Indonesia Nyaris Tembus 300.000

Health | Kamis, 01 Desember 2016 | 07:30 WIB

Mengerikan! Penderita HIV/AIDS Jabar Capai 4.154 Jiwa

Mengerikan! Penderita HIV/AIDS Jabar Capai 4.154 Jiwa

Health | Kamis, 17 November 2016 | 01:10 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB