Terapi Online Bisa Sembuhkan Penderita Insomnia?

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 29 Januari 2017 | 15:20 WIB
Terapi Online Bisa Sembuhkan Penderita Insomnia?
Ilustrasi insomnia. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah uji klinis baru-baru ini menemukan bahwa kursus berbasis web atau online bisa menjadi pengobatan efektif untuk para penderita insomnia agar mereka bisa mendapatkan tidur lebih banyak.

Menurut penelitian, mereka yang berpartisipasi dalam terapi online bisa tertidur lebih cepat, bangun kali lebih sedikit pada malam hari dan insomnia berkurang setelah menyelesaikan pengobatan, dibandingkan mereka yang tidak mengikuti terapi.

Jenis terapi ini disebut terapi perilaku kognitif untuk insomnia (atau CBT-I), yang dianggap sebagai "lini pertama" yang direkomendasikan untuk orang dengan insomnia kronis, yakni insomnia yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Terapi ini berfokus mengubah cara orang berpikir tentang insomnia mereka, dengan mengatasi pikiran dan perilaku bermasalah, yang diyakini sebagai penyebab insomnia akut.

Jutaan orang di Amerika Serikat (AS) memiliki insomnia, tetapi ada beberapa dokter terlatih untuk memberikan CBT-I, kata para peneliti dalam jurnal JAMA Psychiatry pada November 2016. Jadi peneliti mencari efektivitas pengobatan dalam versi online.

Dalam studi tersebut, 303 orang dewasa dengan insomnia kronis dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok terapi atau kelompok kontrol. Kelompok terapi menyelesaikan program setelah enam minggu melakukan terapi interaktif online, di mana mereka login beberapa kali seminggu, dan membaca serta melakukan pekerjaan rumah.

Sedangkan kelompok kontrol diberi akses ke situs dengan informasi tentang insomnia. Orang-orang dalam penelitian ini juga mengisi kuesioner tentang insomnia mereka dan mengisi buku harian tidur selama masa studi.

Setelah sembilan minggu, orang-orang dalam kelompok terapi melaporkan peningkatan besar dalam tidur mereka daripada kelompok kontrol. Dan setelah enam bulan dan satu tahun kemudian mereka masih merasakan hal tersebut, menurut penelitian ini.

Para peneliti menemukan bahwa setelah satu tahun, 70 persen dari orang-orang dalam kelompok terapi dianggap "menangkap pengobatan". Ini berarti bahwa tingkat keparahan insomnia mereka menurun setidaknya 7 poin pada kuesioner Insomnia Severity Index (ISI), yang mengukur tingkat keparahan susah tidur pada skala 28 poin.

Selain itu, 57 persen dari orang-orang dalam kelompok terapi memiliki skor kurang dari 8 di ISI setelah satu tahun pengobatan mereka berakhir, dibandingkan dengan 27 persen pada kelompok kontrol. Skor kurang dari 8 menunjukkan bahwa peserta tidak lagi memiliki insomnia, menurut penelitian ini.

Temuan menunjukkan bahwa terapi berbasis internet CBT-I bisa mencapai angka yang tak terbayangkan sebelumnya, menurut penulis studi, yang dipimpin oleh Lee Ritterband, seorang profesor psikiatri dan ilmu neurobehavioral di University of Virginia School of Medicine.

Para penulis mencatat, bagaimanapun, bahwa penelitian masa depan masih diperlukan untuk menentukan untuk siapa jenis terapi ini akan bekerja dengan baik. Salah satu keterbatasan dari studi ini adalah bahwa para peserta memiliki pendidikan yang baik, para peneliti menulis. [Huffington Post]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Olahraga di Malam Hari Picu Insomnia

Olahraga di Malam Hari Picu Insomnia

Lifestyle | Sabtu, 19 November 2016 | 14:48 WIB

Hati-hati, Sederet Penyakit Ini Incar Anda yang Insomnia!

Hati-hati, Sederet Penyakit Ini Incar Anda yang Insomnia!

Health | Jum'at, 18 November 2016 | 20:16 WIB

6 Masalah Ini Muncul Jika Anda Kurang Tidur

6 Masalah Ini Muncul Jika Anda Kurang Tidur

Health | Minggu, 11 September 2016 | 09:37 WIB

Agar Tidur Berkualitas, Coba Tips Sederhana Ini

Agar Tidur Berkualitas, Coba Tips Sederhana Ini

Health | Jum'at, 09 September 2016 | 15:00 WIB

Jangan Bawa Lima Hal Ini ke Tempat Tidur

Jangan Bawa Lima Hal Ini ke Tempat Tidur

Lifestyle | Kamis, 01 September 2016 | 12:29 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB