Studi: Risiko Autisme pada Anak Bisa Dilihat Lewat Scan Otak

Ririn Indriani

Minggu, 19 Februari 2017 | 09:09 WIB
Studi: Risiko Autisme pada Anak Bisa Dilihat Lewat Scan Otak
Ilustrasi scan otak manusia (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah uji eksperimental mengenai autisme pada bayi menunjukkan bahwa scan otak ditambah algoritma komputer dapat mendeteksi bayi yang masih berusia satu tahun akan mengalami autis saat masuk usia kedua.

Dirangkum dari HealthDay News, teknik eksperimental terbaru tersebut menggunakan screening otak yang dirancang fokus pada bayi yang baru lahir. Hanya saja, uji eksperimental tersebut baru bisa dilakukan pada anak yang memiliki kakak yang juga mengidap autis.
 
Pendekatan skrining baru diuji pada sekitar 150 bayi dan lebih dari 100 di antaranya dianggap berisiko tinggi untuk mengembangkan autisme karena latar belakang keluarga.

Anak biasanya tidak menunjukkan gelaja gangguan autisme sebelum memasuki tahun ke dua mereka hidup. Dengan menggunakan metode scan, peneliti dapat mengintip pergeseran ukuran, luas permukaan dan ketebalan pada bagian tertentu serebral korteks bayi.

Dengan begitu, peneliti dapat meramalkan risiko autisme dengan akurasi hingga 80 persen. "Temuan ini menunjukkan riam perubahan otak di dua tahun pertama kehidupan yang mengakibatkan munculnya autisme pada akhir tahun kedua," jelas penulis senior studi Dr Joseph Piven, seorang direktur dari Carolina Institute for Developmental Disabilities di University of North Carolina, Chapel Hill.

Piven menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir dan memiliki saudara kandung dengan autisme menghadapi risiko lima kali lebih tinggi di banding bayi tanpa riwayat autisme. Scan MRI dilakukan pada bayi berusia 6 bulan, 1 tahun dan 2 tahun.

Menurut hasil penelitian, bayi yang memiliki risiko menghadapi autisme adalah bayi dengan pertumbuhan luas permukaan otak yang relatif lebih tinggi pada rentang usia 6 bulan hingga 1 tahun.

Pertumbuhan permukaan otak yang luas pada tahun pertama kehidupan, sangat terkait dengan ukuran otak di tahun kedua kehidupan. Menurut peneliti, pertumbuhan berlebih pada otak ini merupakan penanda risiko autisme.

"Temuan ini menunjukkan bahwa di masa depan, awal pencitraan otak mungkin dapat memprediksi risiko autisme dan mengidentifikasi bayi yang mungkin masih beruntung mendapatkan intervensi sebelum gejala muncul dan ketika otak masih mudah dibentuk."

Namun Piven juga memperingatkan bahwa temuan ini bersifat "eksperimental," dan perlu direplikasi dengan penelitian lebih lanjut.Dia juga menambakan bahwa belum ada perawatan yang disepakati bagi bayi yang sudah dianggap berisiko memiliki autisme. "Jadi masih banyak pertanyaan yang perlu dicari sebelum alat ini benar-benar tersedia," ungkapnya.

Meski demikian, Wakil Presiden dan Head of Genomic Discovery, Mathew Pletcher saat berbicara di event Autism Speaks di New York City mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting karena dapat mendiagnosis autisme secara akurat dan memastikan dengan hasil terbaik.

"Dan semakin cepat seseorang bisa mulai terapi, manfaat yang lebih besar akan mereka terima dari itu seluruh hidup mereka," tutur Pletcher seperti yang dikutip dari webmd.com. (Risna Halidi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap, Ini Penyebab Bayi Lahir Autis

Terungkap, Ini Penyebab Bayi Lahir Autis

Health | Rabu, 28 Desember 2016 | 09:26 WIB

Studi Bantah Flu saat Hamil Bisa Memicu Anak Lahir Autis

Studi Bantah Flu saat Hamil Bisa Memicu Anak Lahir Autis

Health | Rabu, 30 November 2016 | 14:34 WIB

Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis

Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis

Health | Kamis, 07 Juli 2016 | 10:45 WIB

Terkini

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:09 WIB

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 18:06 WIB

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:03 WIB

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:01 WIB

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

×