Kolesterol jahat merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke dan serangan jantung. Keduanya identik dengan penyakit orang tua. Tapi tahukah Anda bahwa kini para profesional muda juga banyak yang telah mengidap stroke dan serangan jantung?
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Siloam TB Simatupang Emanoel Oepangat, MD, FIHA., mengatakan, penumpukan kolesterol jahat dalam tubuh orang dewasa muda paling banyak disebabkan karena konsumsi makanan tak sehat dan gaya hidup diam.
Oleh karena itu, Ia mengimbau agar seseorang melakukan pengecekan kadar kolesterol secara rutin minimal setiap tiga hingga enam bulan. Upaya deteksi dini ini bisa dilakukan saat 'general check up' atau pemeriksaan kolesterol guna mencegah hal yang tidak diinginkan.
"Mencatat dan menyimpan hasil pemeriksaan kadar kolesterol yang kita miliki itu penting sekali," ujar dia pada temu media 'Gaya Hidup Bebas Kolesterol dan Penyakit Jantung' di Jakarta, Senin (3/4/2017).
Pemeriksaan rutin kadar kolesterol, tambah dia, bisa berfungsi sebagai deteksi dini dan dapat digunakan sebagai acuan untuk merencanakan pola hidup sehat dengan gizi seimbang.
Anda harus waspadai jika kadar kolesterol jahat atau LDL berada pada angka 160 karena angka ini merupakan batas resiko terkena stroke atau serangan jantung.
"Karenanya, saya tegaskan, catat hasil pemeriksaan kadar kolesterol agar kita bisa merancang pola gizi seimbang. Saat ini melalui gaya hidup tidak teratur, generasi muda lebih dominan terkena stroke atau penyakit jantung," tambah dia.
Pada kesempatan yang sama, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Hardiansyah, MS, PhD mengingatkan pentingnya asupan serat, konsumsi buah dan mengatur pola konsumsi makanan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
"Kolesterol itu diproduksi dan diperlukan oleh tubuh kita. Yang membedakan adalah kadarnya. Jika kandungannya terlalu berlebih akan mengakibatkan penyakit lain seperti jantung maupun stroke," pungkas dia.