Kenali Asma pada Anak dan Faktor Pencetusnya

Rizki Nurmansyah, Dinda Rachmawati

Selasa, 02 Mei 2017 | 20:25 WIB
Kenali Asma pada Anak dan Faktor Pencetusnya
Ilustrasi Anak Asma [Shutterstock]

Suara.com - Asma merupakan penyakit kronik menahun yang paling sering dialami banyak orang di dunia. Bahkan, penyakit yang disebabkan karena adanya radang di saluran pernapasan, yang mengakibatkan sumbatan dan hipereaktivitas saluran napas ini berada di urutan paling atas dibanding penyakit kronik lainnya, seperti diabetes dan hipertensi.

Penyakit ini, menurut Dokter Spesialis Anak khusus respirologi, Darmawan Budi Setianto, tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak.

Di Indonesia, angka kejadian asma pada anak sekolah menengah. Kata dia, berada di antara 5-15 persen, dengan rata-rata 10 persen. Jadi, ada 1 dari 10 anak memiliki asma di negara ini.

"Asma pada anak bisa mengganggu proses tumbuh kembang. Riskesdas 2013 menunjukkan serangan asma pada anak akan menyebabkan bolos sekolah 5-7 hari dalam setahun per anak," ungkap dia dalam sebuah talkshow 'Penanganan Tepat Meningkatkan Kualitas Hidup Anak dengan Asma' di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Karenanya, tambah Darmawan, orang tua harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak. Cobalah untuk mengenali atau mengidentifikasi apakah anak memiliki gejala-gejala asma.

Dia melanjutkan, pada sebagian anak, gejala asma ditandai dengan sesak napas dan mengi atau bunyi 'ngik-ngik' pada saat bernapas. Namun, pada sebagian lagi gejalanya tidak khas.

Kadang tidak disertai mengi, namun justru batuk yang membandel, yaitu batuk yang berlangsung lama, tidak kunjung sembuh dan suka timbul hilang.

"Gejalanya berulang, di malam hari lebih parah batuknya, siang normal saja seperti tidak terjadi apa-apa, akan membaik dengan obat, ada riwayat asma dan alergi di keluarga," kata dia.

Untuk meningkatkan kualitas hidup penderita, maka asma harus dikendalikan. Penanganan dan pengendalian asma berdasarkan derajat keparahannya bisa dilakukan.

baca juga

Misalnya asma intermitten (kambuh jarang) dan persisten (sering sekali kambuh). Tatalaksana asma yang paling utama adalah menghindari pencetus. Selama kita dapat menghindari pencetus, maka asma tidak akan kambuh.

Ada beberapa faktor pencetus asma, baik dalam bentuk hirupan misalnya asap rokok, tungau debu dll atau makanan, misalnya makanan yang mengandung MSG, cokelat, atau infeksi rinofaringitis/common cold (selesma), dan aktivitas fisik berlebihan.

Untuk meningkatkan kualitas hidup penderita, maka asma harus dikendalikan. Penanganan dan pengendalian asma berdasarkan derajat keparahannya bisa dilakukan, yang paling utama adalah menghindari pencetus. Selama kita dapat menghindari pencetus, maka asma tidak akan kambuh.

"Ibaratnya asma itu seperti tamu yang baik, ia tidak akan datang jika tidak diundang," tutup dr. Darmawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Minyak Ikan Bisa Ringankan Penyakit Asma

Studi: Minyak Ikan Bisa Ringankan Penyakit Asma

Health | Minggu, 12 Februari 2017 | 13:07 WIB

Berenang Bisa Sembuhkan Asma?

Berenang Bisa Sembuhkan Asma?

Health | Senin, 16 Januari 2017 | 18:34 WIB

Penderita Asma, Olahraganya Apa?

Penderita Asma, Olahraganya Apa?

Health | Rabu, 09 November 2016 | 17:47 WIB

Manfaat Beryanyi Bagi Penderita Kanker dan Asma

Manfaat Beryanyi Bagi Penderita Kanker dan Asma

Health | Jum'at, 20 Mei 2016 | 12:45 WIB

Studi: Paparan Paracetamol saat Hamil Bisa Picu Asma pada Bayi

Studi: Paparan Paracetamol saat Hamil Bisa Picu Asma pada Bayi

Health | Rabu, 10 Februari 2016 | 20:15 WIB

Kopi Bisa Bantu Redakan Gejala Asma

Kopi Bisa Bantu Redakan Gejala Asma

Health | Kamis, 28 Januari 2016 | 07:25 WIB

Terkini

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?

Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?

Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya

Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!

Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

×