Waduh! Instagram Medsos Terburuk bagi Kesehatan Mental

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 30 Mei 2017 | 19:31 WIB
Waduh! Instagram Medsos Terburuk bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi Instagram. (Shuterstock)

Suara.com - Menurut sebuah laporan baru oleh Royal Society for Public Health di Inggris menyebutkan bahwa Instagram adalah aplikasi media sosial (medsos) terburuk bagi kesehatan mental kaum muda.

Peneliti menilai 1.479 orang berusia 14 sampai 24 tahun tentang bagaimana Facebook, Instagram, YouTube, Twitter dan Snapchat membuat mereka merasa baik secara positif maupun negatif.

Peserta lalu menjawab 14 pertanyaan secara total tentang setiap platform media sosial, termasuk apakah mereka mengalami perasaan cemas, depresi dan kesepian saat menggunakan aplikasi.

Penilaian tersebut juga membahas bagaimana platform mempengaruhi citra tubuh, kualitas tidur dan intimidasi. Selain itu, ada beberapa pertanyaan yang dirancang untuk menentukan tingkat Fear Of Missing Out (FOMO) yang dialami pengguna setelah mereka melihat setiap umpan media sosial.

Untuk diketahui, FOMO merupakan perasaan was-was dan takut ketinggalan hal terbaru di internet atau media sosial. Semua hal ini dilakukan peneliti, untuk mengukur dampak setiap situs media sosial terhadap kesejahteraan pengguna.

Menurut penelitian tersebut, Instagram membuat para peserta merasakan hal terburuk dalam hal kesejahteraan, yang diikuti oleh Snapchat, Facebook dan kemudian Twitter.

Hanya YouTube yang membuat peserta merasa sedikit lebih baik. Kelima platform media sosial tersebut juga dilaporkan terkait dengan siklus tidur dan kelelahan yang buruk.

Penelitian juga sedang dilakukan pada pengembang masing-masing media sosial untuk memperbaiki platform media sosial, sehingga para pengguna dapat terlibat dengan aplikasi dengan cara yang lebih sehat.

Alasan mengapa Instagram mencetak angka terburuk dalam kesejahteraan adalah karena efek aplikasi yang dilaporkan berhubungan dengan citra tubuh.

"Instagram dengan mudah membuat remaja maupun perempuan dewasa merasa seolah-olah tubuh mereka tidak cukup baik, karena orang menambahkan filter dan mengedit gambar mereka agar mereka terlihat 'sempurna'," kata salah satu peserta dari Irlandia Utara dalam penelitian tersebut dilansir Huffington Post.

Praktik mengedit foto berkontribusi pada kepercayaan generasi muda dengan citra tubuh dan tubuh yang buruk," para peneliti menjelaskan.

Untuk meringankan efek ini, para peneliti merekomendasikan agar platform media sosial memperjelas pengguna saat foto telah dimanipulasi secara digital. Satu ide adalah memberikan ikon kecil atau tanda air di bagian bawah foto untuk menamdakan bahwa foto tersebut sudah diberi filter atau edit.

Para ilmuwan juga menyarankan agar platform media sosial mengingatkan pengguna kapan saatnya untuk sign off. Salah satu sarannya adalah agar pengembang aplikasi melacak berapa banyak waktu yang dihabiskan pengguna di media sosial, memberikan pop up saat dia mendekati "penggunaan berat".

Penelitian ini mendukung bukti sebelumnya bahwa penggunaan media sosial dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental. Sebuah studi 2015 menemukan bahwa penggunaan media sosial lebih dari dua jam dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, tekanan psikologis dan bahkan pemikiran bunuh diri pada remaja.

Tapi semua ini bukan untuk mengatakan bahwa Anda harus menghapus aplikasi Anda sepenuhnya. Mereka juga bisa membantu dalam keadaan tertentu.

Misalnya, penelitian tersebut menemukan bahwa Facebook memberi kesempatan kepada kaum muda untuk belajar tentang pengalaman kesehatan mental orang lain melalui tulisan yang mungkin akan dibagikan oleh teman mereka di newsfeed mereka.

Media sosial juga bisa menjadi platform positif untuk ekspresi diri. Halaman dan pilihan "Menyukai" membantu pengguna dan individu yang terpinggirkan, menemukan dukungan emosional dan membangun komunitas di dqlam sana, menurut penelitian tersebut.

Instagram juga telah bekerja untuk fokus pada kesehatan mental. Aplikasi yang memiliki hampir 700 juta pengguna ini baru saja meluncurkan kampanye pada awal bulan ini, untuk memulai percakapan tentang penyakit jiwa di platformnya.

Secara anekdot, beberapa pengguna menggambarkan Instagram sebagai pengaruh positif pada kesehatan mental mereka karena, seperti penelitian yang ditemukan dengan Facebook, ia menghubungkannya ke komunitas orang lain yang menangani masalah yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LIPI: Bunuh Diri Live di Medsos Cermin Depresi Sosial

LIPI: Bunuh Diri Live di Medsos Cermin Depresi Sosial

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 18:36 WIB

Lihat Foto Selfie Teman, Bikin Perempuan Tak Percaya Diri?

Lihat Foto Selfie Teman, Bikin Perempuan Tak Percaya Diri?

Lifestyle | Senin, 13 Maret 2017 | 19:46 WIB

Studi: Medsos Bikin 89 Persen Anak Muda Merasa Kesepian

Studi: Medsos Bikin 89 Persen Anak Muda Merasa Kesepian

Lifestyle | Selasa, 07 Maret 2017 | 19:40 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB