Marak Pemalsuan, MIAP Minta Produsen Daftarkan Merek

Chaerunnisa, Risna Halidi

Rabu, 21 Juni 2017 | 10:23 WIB
Marak Pemalsuan, MIAP Minta Produsen Daftarkan Merek
MIAP ajak daftarkan merek untuk hindari pemalsuan (Suara.com/Risna)

Suara.com - Produsen Tanah Air diimbau mendaftarkan merek produk yang diciptakan baik dari sisi nama merek (brand) hingga merek bentukan (design model) untuk menghindari sengketa merek hingga potensi pemalsuan.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkum-HAM, Fathlurachman mengatakan, hingga saat ini pendaftar merek yang masuk mencapai 300 berkas per hari. Jika dihitung per tahun diperkirakan mencapai 60 ribu proposal merek yang masuk ke Direktorat Merek.

"Ini yang harus kita selesaikan, karena masih 20-40 ribuan merek yang didaftar 2016 yang belum tuntas. Masa tunggu hingga sertifikat merek keluar sudah diperpendek jadi sembilan bulan sejak didaftarkan di UU Merek yang baru. Kalau yang lama 14 bulan masa tunggunya," kata Fathlurachman di sela acara buka bersama media di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Dia mengungkapkan, bersama dengan jajaran direktorat lainnya di DJKI maupun lintas sektoral, dan intansi terkait, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelanggaran kekayaan intelektual.

"Karena pengaduan yang kita terima sekira 150 - 200 terkait pelanggaran hak cipta, termasuk sengketa merek," ungkap Fathlurachman.

Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan, Widyaretna Buenastuti, dalam kesempatan sama menegaskan, pendaftaran merek memberikan keamanan bagi produsen dan sekaligus memberikan kenyamanan bagi konsumen.

"Bulan lalu kita melakukan sosialisasi UU Merek ke para pendaftar di DJKI. Ini penting karena ada sejumlah ketentuan baru di dalam UU Merek. Misalnya soal merek terkenal yang sering disengketakan," kata Widyaretna.

Widyaretna juga mengingatkan konsumen banyaknya online shoping berisiko didominasi barang palsu alias asli tetapi kualitas 1-2.

"Jadi penjual produk secara online harus memastikan hak konsumen untuk menikmati produk asli. Karena gambar yang di internet beda dengan barang yang diterima, seringnya begitu," imbuhnya.

MIAP juga bekerjasama dengan pihak kepolisian mencegah peredaran produk palsu di lapangan dan giat mengkampanyekan semangat Peduli Asli.

"Kita bersama kepolisian kemarin (19 Juni 2017) melakukan penindakan terhadap pemalsuan produk kacamata merek Ray Ban dan Oakley di Bandung. Kita amankan sekira 22 ribu pieces," kata Sekjen MIAP, Justisiari Kusumah.

Terkait pelanggaran tersebut, Tatok S, Kanit Industri dan Perdagangan, Direktorat Tipideksus Bareskrim Mabes Polri, mengatakan, penyelesaian sengketa dalam UU Merek didahulu secara administratif, perdata, dan pidana.

"Jadi daftarkan merek Anda, dan kalau ada yang meniru/memalsukan, laporkan karena hak ekonomi anda dilangar. Tetapi prinsip UU Merek itu ultimum remidium jika ada sengketa. Jadi diawali somasi, kalau tidak diindahkan baru ditempuh melalui pengadilan karena ada unsur kesengajaan yang terpenuhi," kata Totok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miskinkan Produsen Vaksin Palsu, Bareskrim Terapkan Pasal TPPU

Miskinkan Produsen Vaksin Palsu, Bareskrim Terapkan Pasal TPPU

News | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 13:17 WIB

Orangtua Korban Vaksin Palsu Diimbau Tidak Hakimi Tenaga Medis

Orangtua Korban Vaksin Palsu Diimbau Tidak Hakimi Tenaga Medis

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 20:40 WIB

RS Harapan Bunda Dinilai Paling Bandel Soal Vaksin Palsu

RS Harapan Bunda Dinilai Paling Bandel Soal Vaksin Palsu

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:59 WIB

Bos Alibaba: Barang KW Cina Lebih Berkualitas dari yang Asli

Bos Alibaba: Barang KW Cina Lebih Berkualitas dari yang Asli

Tekno | Selasa, 14 Juni 2016 | 20:48 WIB

 Pelajar dan IRT Paling Banyak Beli Produk Palsu

Pelajar dan IRT Paling Banyak Beli Produk Palsu

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2014 | 23:30 WIB

Tinta Printer, Produk Palsu yang Paling Banyak Beredar

Tinta Printer, Produk Palsu yang Paling Banyak Beredar

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2014 | 20:22 WIB

Terkini

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:19 WIB

×