Tak Selamanya Lemak Baik Bagus untuk Tubuh

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 29 Juni 2017 | 17:00 WIB
Tak Selamanya Lemak Baik Bagus untuk Tubuh
Ilustrasi program pelangsingan tubuh. (Shutterstock)

Suara.com - Perbedaan antara "lemak baik" dan "lemak jahat" semakin buram setelah penelitian menunjukkan, konsumsi lemak sehat yang terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit lemak hati atau fatty liver disease.

Lemak baik dapat ditemukan dalam minyak zaitun dan alpukat dan dikatakan dapat memberikan faktor risiko gangguan metabolisme seperti Tipe 2 Diabetes dan hipertensi.

"Kepercayaan di lapangan untuk beberapa waktu adalah bahwa (hanya) lemak jenuh yang buruk bagi hati," kata Caroline C. Duwaerts, seorang spesialis di University of California, San Francisco.

Dalam penelitian tersebut, Duwaerts dan rekan-rekannya menganalisis peran nutrisi berbeda dalam pengembangan penyakit lemak hati. Mereka memasangkan lemak jenuh atau tidak jenuh tunggal, dengan karbohidrat, sukrosa atau pati, untuk menciptakan empat diet berkalori tinggi yang berbeda.

Diet terdiri dari sekitar 40 persen karbohidrat, 40 persen lemak, dan 20 persen protein oleh kalori, rasio setara dengan makanan rata-rata di Amerika.

Empat kelompok dari 10 tikus kemudian diberi makan percobaan selama enam bulan, kemudian dibandingkan dengan tikus yang diberi makan biasa, yang jauh lebih rendah lemaknya.

Hasilnya menunjukkan, semua tikus pada makanan percobaan mengalami obesitas pada akhir enam bulan, dan semuanya mengembangkan beberapa tingkat penyakit lemak hati.

Hal yang mengejutkan para peneliti, tikus pada diet lemak tak jenuh tunggal pasti memiliki penyakit paling parah, mengumpulkan lemak hati 40 persen lebih banyak daripada tikus pada tiga makanan lainnya.

Hati mereka membengkak dengan berat ekstra dan, bila dilihat di bawah mikroskop, tampak penuh dengan gumpalan lemak. Selain itu, para peneliti melihat bahwa tikus-tikus ini kehilangan lemak di sekitar testis mereka, di mana area tubuh tersebut biasanya digunakan untuk penyimpanan lemak.

Ketika peneliti memeriksa jaringan lemak viseral ini, mereka melihat tingkat kematian sel yang tidak biasa dan tanda-tanda peradangan.

Karena itu, masukan minyak zaitun pada salad secukupnya saja. Kebiasaan sehari-hari untuk mengguyur basah kuyup salad dengan minyak zaitun bisa menjadi perhatian khusus, kata Duwaerts. Umumnya, lemak tak jenuh dianggap perlu dan bermanfaat bagi kesehatan, termasuk jantung dan otak.

Namun, temuan baru dari penelitian tersebut mengatakan sebaliknya. Terlalu banyak lemak sehat dapat memicu risiko kesehatan. Penelitian ini telah dipublikasikan di Cellular and Molecular Gastroenterology and Hepatology dikutip Suara.com dari Zeenews.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sering Minum Susu Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Kena Parkinson

Sering Minum Susu Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Kena Parkinson

Health | Sabtu, 10 Juni 2017 | 10:53 WIB

Ingin Terhindar dari Dua Penyakit Ini? Batasi Lemak Trans

Ingin Terhindar dari Dua Penyakit Ini? Batasi Lemak Trans

Health | Minggu, 16 April 2017 | 11:45 WIB

Meskipun Bermanfaat, Pantau Takaran Lemak Baik pada Anak

Meskipun Bermanfaat, Pantau Takaran Lemak Baik pada Anak

Health | Senin, 10 April 2017 | 07:28 WIB

Bakar Lemak Efektif dengan Puasa 18 Jam Sehari

Bakar Lemak Efektif dengan Puasa 18 Jam Sehari

Entertainment | Selasa, 14 Februari 2017 | 10:02 WIB

Operasi Buang Lemak, Berarti Anda Buang Sumber Sel Punca

Operasi Buang Lemak, Berarti Anda Buang Sumber Sel Punca

Health | Selasa, 25 Oktober 2016 | 19:17 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB