Apa Penyebab Penyakit Autoimun?

Madinah, Risna Halidi

Minggu, 09 Juli 2017 | 15:56 WIB
Apa Penyebab Penyakit Autoimun?
Ilustrasi anak penderita auoimun. [shutterstock]

Suara.com - Autoimun dikenal penyakit mematikan dan membutuhkan biaya kesehatan yang cukup tinggi.

"Autoimun adalah suatu sistem imun yang error. Pada penyakit autoimun, antibodi yang melindungi tubuh malah berbalik menyerang tubuh dan tidak tahu siapa musuh, siapa kawan," terang Dr.dr.Iris Rengganis Sp. PD, KAI yang juga merupakan seorang penyintas Autoimun, ketika berbicara dalam acara peluncuran buku'Autoimmune The True Story' di Jakarta, Minggu (9/7/2017).

Dalam studi epidemiologi di dunia, teridentifikasi lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Di Amerika Serikat, tercatat 50 juta penduduknya merupakan penyintas Autoimun dengan 80% terdiri dari perempuan dan anak-anak.

"Kami banyak melakukan sosialisasi bagaimana ibu harus memperhatikan pola hidup sehat saat hamil, juga melakukan imunisasi pada anak dan ketika lahir, memberi makanan sehat meski banyak makanan pendamping ASI siap saji," tambah drg. Siska Liliana Muliadi dalam acara yang sama.

Sayangnya, kata Iris Rengganis, penyebab seseorang terkena Autoimun masih belum diketahui secara pasti.

"Jujur, Kita belum tahu apa penyebabnya sekarang. Genetik? bisa ya bisa tidak, begitupun lingkungan. Infeksi bakteri, infeksi virus dan kemudian ada antibodi yang error, itu juga baru sebuah teori," tambahnya.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) dan Marisa Cardoba Foundation mengeluarkan program nasional untuk penyintas Autoimun dengan nama 'Lima Dasar Hidup Sehat'.

Pertama, gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta selalu menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungan. Kedua, aktif mandiri seperti melakukan olahraga 30 menit setiap hari serta mencoba hal kecil namun memiliki manfaat besar seperti menanam bahan pangan sendiri.

Ketiga adalah melakukan pengendalian stres dengan cara rajin melakukan ibadah, kerap berkomunikasi secara positif serta melakukan manajemen waktu yang baik. Keempat, terus belajar dengan cara bergabung dengan komunitas pelajaran, mengetahui hak dan kewajiban pasien, mengetahui informasi obat serta mengelola keuangan dengan baik.

Kelima, hidup positif. Selalu menyeimbangkan otak dan pikiran, bekerja cerdas serta senyum setiap saat merupakan salah satu kunci dasar hidup sehat.

"Tidak untuk penyintas saja, tetapi juga sebagai pencegahan. Jangan pernah berputus asa, harus bangkit dan berdaya. Jangan merasa menjadi korban atau dijadikan alasan. Kita harus tetap semangat," tutup Siska Liliana Muliadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasihan, Setiap Kali Stres, Kulit Perempuan Ini Seperti Ular

Kasihan, Setiap Kali Stres, Kulit Perempuan Ini Seperti Ular

Health | Sabtu, 04 Maret 2017 | 19:42 WIB

Studi: Konsumsi Seafood Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun

Studi: Konsumsi Seafood Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun

Health | Jum'at, 13 Februari 2015 | 10:56 WIB

Cegah Nyeri Sendi dengan Cara Ini

Cegah Nyeri Sendi dengan Cara Ini

Health | Senin, 22 Desember 2014 | 08:45 WIB

Terkini

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 09:55 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:53 WIB

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:48 WIB

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:40 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 09:38 WIB

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 09:37 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:29 WIB

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Bergerak ke Level 6.600, Pantau BBCA dan BMRI

IHSG Mulai Bergerak ke Level 6.600, Pantau BBCA dan BMRI

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:16 WIB

×