Benarkah Bayi Dalam Rahim Bisa Mendengar Suara?

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 19 Juli 2017 | 18:20 WIB
Benarkah Bayi Dalam Rahim Bisa Mendengar Suara?
Ilustrasi suami dengan istri yang sedang hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orangtua mengajak bayi mereka berbicara, jauh sebelum mereka melahirkan. Sebenarnya, dapatkah bayi mendengar suara yang ada di sekitarnya saat mereka masih berada di dalam perut?

Menurut sebuah studi terbaru, bayi di dalam rahim dapat mengidentifikasi suara tertentu selama bulan kesembilan kehamilan.

Penelitian mengklaim, janin bisa mendengar suara dan bisa membedakan perbedaan antara suara acak dan ucapan manusia.

Detak jantung janin dapat menunjukkan sedikit variasi saat beberapa jenis suara terdengar. Dan, detak jantung mereka akan tetap sama bila ada jenis suara lain yang terdengar.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang fakta tersebut? Berikut, penjelasannya seperti  dilansir Boldsky:

Kemampuan mendengar bayi

Hal ini membuat para peneliti percaya bahwa kemampuan bahasa dan pendengaran dimulai jauh sebelum mereka dilahirkan, meski membutuhkan waktu bertahun-tahun setelah mereka dilahirkan, untuk mereka mengembangkan keterampilan ini.

Sensitivitas sebelum lahir

Kata penelitian ini, telinga janin menyesuaikan diri saat suara tertentu terdengar. Ini dikenal sebagai sensitivitas pra-natal terhadap suara. Ini bertindak sebagai landasan untuk kemampuan mereka mendengar dan belajar bahasa.

Penelitian

Sebagai bagian dari penelitian, peneliti mempelajari lebih dari 20 perempuan yang hampir berusia 8 bulan kehamilan mereka. Saat suara tertentu dimainkan, mereka memperhatikan bahwa janin dapat mendengarkan suara tertentu.

Suara yang terdengar oleh janin

Suara pertama yang terdengar oleh janin adalah suara di lingkungan internal. Suara yang terjadi di dalam tubuh ibu adalah suara yang mereka dengar. Seiring dengan suara tersebut, suara eksternal tertentu juga dapat sampai ke telinga bayi.

Korteks pendengaran

Karena suara tersebut, periset mengungkapkan, janin perlahan mulai mengembangkan korteks pendengaran dan kemudian belajar bahasa setelah lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dicium Sembarang Orang, yang Terjadi pada Bayi Ini Mengejutkan

Dicium Sembarang Orang, yang Terjadi pada Bayi Ini Mengejutkan

Health | Rabu, 19 Juli 2017 | 09:38 WIB

Setelah 4 Dekade, Perempuan Ini Melahirkan di Usia 59 Tahun

Setelah 4 Dekade, Perempuan Ini Melahirkan di Usia 59 Tahun

Lifestyle | Rabu, 19 Juli 2017 | 07:45 WIB

Kafein, Tingkatkan Kemampuan Bernapas & Fungsi Paru Bayi Prematur

Kafein, Tingkatkan Kemampuan Bernapas & Fungsi Paru Bayi Prematur

Health | Minggu, 16 Juli 2017 | 10:41 WIB

Hati-hati, Paparan Asap Rokok Ancam Perkembangan Janin

Hati-hati, Paparan Asap Rokok Ancam Perkembangan Janin

Health | Senin, 20 Maret 2017 | 17:39 WIB

Enam Fakta Tentang Tendangan Bayi dalam Kandungan

Enam Fakta Tentang Tendangan Bayi dalam Kandungan

Health | Kamis, 12 Januari 2017 | 11:35 WIB

Berapa Normalnya Denyut Jantung Janin?

Berapa Normalnya Denyut Jantung Janin?

Health | Senin, 28 November 2016 | 16:07 WIB

Hati-hati, Tambalan Jenis Ini Berbahaya Bagi Bumil

Hati-hati, Tambalan Jenis Ini Berbahaya Bagi Bumil

Health | Senin, 09 Mei 2016 | 17:00 WIB

Studi: Dering Ponsel Bisa Mengagetkan Janin

Studi: Dering Ponsel Bisa Mengagetkan Janin

Health | Jum'at, 08 Mei 2015 | 15:24 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB