Peneliti 11 Negara Bahas Penyakit Tropis

Ririn Indriani

Selasa, 01 Agustus 2017 | 22:58 WIB
Peneliti 11 Negara Bahas Penyakit Tropis
Ilustrasi peneliti. [Shutterstock]

Suara.com - Peneliti dari 84 instansi penelitian di 11 negara membahas eliminasi penyakit tropis, keamanan kesehatan global, hingga resistensi mikroba dalam The 6th International Eijkman Conference yang digelar Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Konferensi ini sebenarnya diselenggarakan sekaligus sebagai bentuk akuntabilitas Lembaga Eijkman pada publik. Walaupun dana yang diserap memang tinggi tapi produktivitas kita juga tinggi, sehingga ingin berbagi berbagai hasil penelitian yang sudah dilakukan," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio di sela-sela The 6th International Eijkman Conference di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Ia mengatakan konferensi itu menjadi media yang sempurna bagi peneliti-peneliti biologi molekuler mempresentasikan hasil kerja mereka. Kesempatan itu juga untuk membangun dan memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan peneliti-peneliti dari institusi lokal dan internasional.

Sebanyak 49 pembicara, 27 pemakalah, dan 59 peserta poster ilmiah ikut hadir dalam konferensi yang diadakan dalam rangkaian 25th Year Celebration of The Eijkman Institute: Genetics, Disease, and Environment.

Mereka, lanjut Amin, membahas tentang malaria di era eliminasi, keamanan kesehatan global dan resistensi mikroba, informasi terkini terkait virus hepatitis, migrasi manusia, kerentanan terhadap penyakit dan nutrisi, penyakit akibat virus yang baru timbul, penyakit genetik dan diagnosisnya, serta respons inang terhadap agen penyakit.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir usai membuka konferensi itu, menyatakan menyambut baik konferensi tersebut mengingat kondisi kesehatan di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

"Jika mendengar penjelasan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tampaknya Indonesia memiliki potensi besar untuk masalah kesehatan dan obat-obatan, khususnya pada penyakit seperti malaria, mengingat Indonesia jadi 'pusatnya'. Kita harap ada penemuan yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut," ujarnya.

Hal paling mendesak untuk diteliti, kata Nasir, menyangkut penelitian DNA untuk identifikasi penyakit.

"Jika kita melihat DNA dari muda bisa diketahui seseorang berpotensi terkena penyakit apa di masa depan, ini sangat luar biasa, dan jika bisa dikembangkan lebih lanjut peluang Indonesia mendeteksi penyakit lebih awal bisa terjadi sehingga pencegahannya bisa jauh lebih baik," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

L'Oreal Indonesia Ajak Generasi Muda Belajar Sains di Sini

L'Oreal Indonesia Ajak Generasi Muda Belajar Sains di Sini

Health | Rabu, 26 Juli 2017 | 18:18 WIB

Studi: Belajar dengan Musik Bisa Mengubah Struktur Otak

Studi: Belajar dengan Musik Bisa Mengubah Struktur Otak

Health | Minggu, 09 Juli 2017 | 14:39 WIB

Lelaki Ini Ungkap Suka Duka Jadi Peneliti di Indonesia

Lelaki Ini Ungkap Suka Duka Jadi Peneliti di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:24 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB