Indonesia Gaet Dokter Jepang Ajarkan Teknik Endoskopi Terbaru

Chaerunnisa, Risna Halidi

Selasa, 12 September 2017 | 13:30 WIB
Indonesia Gaet Dokter Jepang Ajarkan Teknik Endoskopi Terbaru
PEGI akan menggelar workshop endoskopi sebagai bagian dari kalender acara tahunan APSDE di Jakarta, 11 hingga 15 September 2017. (Dok penyelenggara)

Suara.com - Penyakit saluran cerna kini menjadi salah satu penyakit yang diderita banyak orang. Mereka umumnya menderita penyakit seperti maag, batu kandung empedu, penyakit pankreas dan saluran empedu maupun penyakit dalam lainnya. Meningkatnya kasus-kasus tersebut diduga terjadi karena pola makan yang salah, dan kebiasaan merokok.

Untuk mendiagnosa, selain melalui kegiatan tanya-jawab dengan pasien dan pemeriksaan darah, dokter biasanya akan dibantu dengan peralatan endoskopi. Endoskopi merupakan salah satu peralatan kedokteran untuk melakukan pemindaian atau meneropong penyakit pada organ pencernaan. Peralatan ini dilengkapi kamera super kecil yang dihubungkan dengan komputer.

Masalahnya, jumlah tenaga dokter yang dapat mengerjakan endoskopi relatif masih terbatas. Di Indonesia, diperkirakan hanya ada sekitar 600 dokter saja yang memiliki kapabilitas melakukan tindakan endoskopi. Namun, dari jumlah tersebut, kurang dari 50 dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kemampuan mumpuni menggunakan peralatan tersebut yang lebih modern.

Karena alasan itu, Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) akan menggelar workshop endoskopi sebagai bagian dari kalender acara outreach the Asia Pacific Society for Digestive Endoscopy (APSDE) tahunan yang akan diadakan di Jakarta, selama lima hari sejak 11 hingga 15 September 2017.

Ketua Umum PEGI, Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH mengatakan, dalam acara tersebut juga akan menghadirkan beberapa ahli endoskopi dari luar negeri, seperti Prof Seigo Kitano, MD, President APSDE, dan Prof Hisao Tajiri, MD, President Japanese Gastroenterological Endoscopy Society dari Jepang.

Selain itu, ada juga dua ahli endoskopi dari Jepang yang memberikan kuliah tamu, yaitu Prof. Kazuhisa Okamoto, MD, Prof Mitsuhiro Kidadari dari Fakultas Kedokteran Universitas Kitasato, dan Prof. Eiji Umegaki, MD, dari Departemen Gastroenterologi, Kobe University School of Medicine. Di situ, Okamoto dan Umegaki akan tampil dalam sesi hands-on di hari pertama.

Tim ahli dari Jepang tersebut akan mengajari para dokter spesialis penyakit dalam dalam sesi hands on dengan cara yang benar, dan diharapkan dengan pelatihan selama lima hari tersebut dapat memberikan ilmu baru bagi dokter spesialis penyakit dalam yang terlibat dalam sesi pelatihan dan mampu melakukan tindakan endoskopi tingkat lanjut.

"Course tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar para peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan endoskopi, sehingga dapat menegakkan diagnosa secara lebih akurat," ungkap Ketua Umum PEGI, Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH, kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Kuliah Penyakit Dalam, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Dokter Ari menjelaskan, pendidikan semacam ini bukan kali ini dilakukan oleh PEGI kepada para anggotanya. PEGI dalam beberapa kali memberikan kesempatan kepada sejumlah dokter spesialis penyakit dalam yang ahli dalam endoskopi ke beberapa negara secara reguler, seperti Jepang, Korea Selatan, India, dan Vietnam.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Karyawan Metiska Farma Ungkap Praktik Suap Dokter Masih Marak

Eks Karyawan Metiska Farma Ungkap Praktik Suap Dokter Masih Marak

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 16:32 WIB

Tolak Beri Suap ke Dokter, 7 Karyawan Metiska Farma Di-PHK

Tolak Beri Suap ke Dokter, 7 Karyawan Metiska Farma Di-PHK

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:52 WIB

Pentingnya Lakukan Endoskopi di Usia 50 Tahun

Pentingnya Lakukan Endoskopi di Usia 50 Tahun

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 16:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×