Nanopartikel Beracun Tinta Tato Membahayakan Imunitas?

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 14 September 2017 | 12:42 WIB
Nanopartikel Beracun Tinta Tato Membahayakan Imunitas?
Ilustrasi lelaki memakai tato (Shutterstock)

Suara.com - Membuat tato permanen ternyata bisa membuat nanopartikel beracun yang terkandung pada tinta dapat dibawa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening kronis. Hal tersebut berpengaruh sangat penting pada sistem kekebalan tubuh seseorang.

Kata periset, kotoran beracun dari tato tersebut masuk dan berjalan ke dalam tubuh dalam bentuk nanopartikel dan memengaruhi kelenjar getah bening.

Meski demikian, masih sedikit yang diketahui tentang potensi kotoran dalam campuran warna yang dioleskan ke kulit. Sebagian besar tinta tato sendiri mengandung pigmen organik dan juga mengandung bahan pengawet serta kontaminan seperti nikel, kromium, mangan atau kobalt.

Selain karbon hitam, ramuan kedua yang paling umum digunakan dalam tinta tato adalah titanium dioxide (TiO2), pigmen putih yang biasanya diaplikasikan untuk menciptakan nuansa tertentu bila dicampur dengan pewarna, kata periset.

Periset di Fasilitas Radiasi Synchrotron Eropa (ESRF) di Jerman menggunakan pengukuran fluoresensi X-ray yang memungkinkan mereka menemukan titanium dioksida pada rentang mikro dan nano di kulit dan lingkungan limfatik.

Mereka menemukan berbagai partikel hingga ukuran mikrometer dalam kulit manusia, namun hanya partikel kecil (nano) yang dapat dibawa ke kelenjar getah bening.

Hal inilah yang bisa menyebabkan pembesaran abnormal pada kelenjar getah bening dan paparan seumur hidup, kata periset.

Para ilmuwan juga menggunakan teknik spektroskopi infra merah Fourier untuk menilai perubahan biomolekuler pada jaringan yang berdekatan dengan partikel tato.

"Kami sudah tahu bahwa pigmen dari tato akan menuju ke kelenjar getah bening karena bukti visual. Kelenjar getah bening menjadi berwarna dengan warna tato. Ini adalah respon tubuh untuk membersihkan tempat masuk tato," kata periset.

baca juga

"Apa yang tidak kami ketahui adalah bahwa mereka melakukannya dalam bentuk nano, yang menyiratkan bahwa mereka mungkin tidak memiliki perilaku yang sama seperti partikel pada tingkat mikro. Dan itulah masalahnya kita tidak tahu bagaimana reaksi partikel nano," kata Bernhard Hesse, dari ESRF. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Tato Halangi Kulit Berkeringat

Studi: Tato Halangi Kulit Berkeringat

Health | Kamis, 17 Agustus 2017 | 11:14 WIB

Akademi Ali Tattoo Sulam Bikin Seni Sulam Indonesia Mendunia

Akademi Ali Tattoo Sulam Bikin Seni Sulam Indonesia Mendunia

Lifestyle | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:13 WIB

Lelaki Bertato Ini Meninggal Usai Berenang

Lelaki Bertato Ini Meninggal Usai Berenang

Health | Kamis, 01 Juni 2017 | 16:06 WIB

Ini Dia Lima Motif Tato yang Lagi Ngetren

Ini Dia Lima Motif Tato yang Lagi Ngetren

Lifestyle | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:42 WIB

Perempuan dengan Bola Mata Hitam Ini Bikin Tatapannya Ngeri

Perempuan dengan Bola Mata Hitam Ini Bikin Tatapannya Ngeri

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 08:01 WIB

Terkini

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

×