80 Persen Risiko Kardiovaskuler Bisa Dicegah, Lakukan Ini

Kamis, 14 September 2017 | 20:41 WIB
80 Persen Risiko Kardiovaskuler Bisa Dicegah, Lakukan Ini
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga saat ini, penyakit kardiovaskuler dan stroke menduduki peringkat pertama penyebab kematian masyarakat di seluruh dunia.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan dunia, WHO pada 2015 tercatat, 30 persen atau 17,5 juta kematian dari 58 juta jumlah kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler atau penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah.

Dari seluruh angka tersebut, penyebab kematian terbagi menjadi karena serangan jantung sekitar 7,6 juta jiwa, stroke dengan 5,7 juta jiwa dan oleh penyakit jantung serta pembuluh darah sebesar 4,2 juta jiwa.

WHO memprediksi hingga tahun 2030, kasus kematian akibat penyakit kardiovaskuler akan terus meningkat hingga mencapai 23,6 juta jiwa di seluruh dunia. Meski begitu, jika menurunkan risiko penyakit kardiovaskular bisa mencapai 80 persen dengan menerapkan gaya hidup sehat pada makan dan minum, aktif berolahraga dan berhenti merokok.

Untuk itu, Yayasan Jantung Indonesia selalu menggalakkan gerakan Panca Usaha Jantung SEHAT yaitu Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah dan Teratur berolahraga.

"Dalam segi medis, perkembangannya cukup baik. Secara kemampuan dan teknologi, kita hampir punya semua alat-alat terbaru. Dokter kita juga telah latihan dengan beban kerja dan pengalaman yang cukup baik," kata anggota Yayasan Jantung Indonesia, dr. Siska Suridanda Danny, Sp.JP(K) saat acara Peringatan Hari Jantung Sedunia 2017 di Kantor YJI, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Meski begitu, Siska menjelaskan, tren penderita penyakit jantung semakin mengkhawatirkan karena semakin banyak orang muda kena serangan jantung koroner.

"Untuk penyakit jantung koroner, tren yang sangat mengkhawatirkan. Karena 10 tahun terakhir banyak (menyerang) yang lebih muda. Normalnya terjadi pada usia 65 tahun, di Indonesia, 10 tahun lebih dini," ungkap Siska.

Untuk itu, Siska menyarankan masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat dan rajin melakukan pemeriksaan rekam jantung atau EKG.

Baca Juga: Cegah Penyakit Kardiovaskular, Yuk Kerja Sambil Berdiri di Kantor

"Masyarakat kita itu cuek dan kurang concern. Jadi harus kita ingatkan terus tentang bahayanya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI