PCC yang Dijuluki "Pil Zombie" Mulanya untuk Pereda Nyeri

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 15 September 2017 | 13:59 WIB
PCC yang Dijuluki "Pil Zombie" Mulanya untuk Pereda Nyeri
Obat PCC yang populer disebut 'Pil Zombie'. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Masyarakat dihebohkan dengan kabar puluhan anak dan remaja dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Temuan kasus ini bermula dari video yang diviralkan lewat facebook warga Kendari pada 13 September 2017.

Dilaporkan satu orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa rumah sakit, karena mengalami gejala gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan, seperti Somadril, Tramadol, dan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol).

Menanggapi fenomena ini, dokter spesialis saraf Siloam Hospital Kebon Jeruk, Frandy Susatia mengatakan bahwa PCC merupakan pil berwana putih, dengan merek dagang Somadril Compound. Obat ini sebenarnya ditujukan untuk meredakan nyeri seperti pada kasus nyeri pinggang maupun kejang otot.

"Untuk mendapatkan obat ini harus pakai resep dokter biasanya pemakaian untuk pelemasan otot, jadi mengurangi konstraksi otot sehingga lebih lemas," ujar dia kepada Suara.com, Jumat (15/9/2017).

Sayangnya, kata Frandy, obat PCC ini sudah ditarik dari peredaran, karena memberikan efek samping yang membuat pengguna menjadi berhalusinasi. Itu sebabnya di Kendari, pil PCC ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek tenang seperti nge-fly.

"Kemampuan konsentrasinya akan memburuk, karena memberikan efek mengantuk kalau dipakai dalam jangka panjang. Orang jadi tidak sadar, lama-lama bisa jadi halusinasi, lebih enteng pikirannya. Dan reaksi ini dirasakan kurang lebih 30 menit setelah dikonsumsi," tambah dia.

Frandy menambahkan, dalam satu pil PCC ada tiga macam obat antara lain carisoprodol 200mg, paracetamol 160 mg, dan cafein 32 mg. Pemakaian yang melebihi dosis bisa menyebabkan berbagai efek samping mulai dari kerusakan hati hingga perdarahan.

"Kalau pemakaiannya overdosis bisa ada efek samping kerusakan hati terutama kalau dosisnya berlebih, timbul gangguan pencernaan, perdarahan pada ibu hamil, kelainan kulit seperti timbul ruam-ruam lalu penurunan kesadaran karena efek pelemasan otot itu tadi," lanjut dia.

Dengan segala dampak yang ditimbulkan dari konsumsi pil PCC ini, Frandy mengatakan, sudah seharusnya pil ini ditarik dari peredaran. Kalaupun harus digunakan, tetap memerlukan pengawasan dokter.

"Pil PCC termasuk golongan obat yang penggunaannya terbatas dan harus dengan resep dokter. Tidak bisa digunakan sembarangan, sudah nggak bisa beredar secara luas karena sangat ketat. Sudah tiga, empat tahun," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Geger "Pil Zombie", BPOM Diminta Intensif Awasi Peredaran Obat

Geger "Pil Zombie", BPOM Diminta Intensif Awasi Peredaran Obat

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 09:36 WIB

"Pil Zombie" Ternyata Tak Miliki Izin Edar BPOM Sejak 2013

"Pil Zombie" Ternyata Tak Miliki Izin Edar BPOM Sejak 2013

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 08:19 WIB

Heboh "Pil Zombie" Bikin Pemakainya Hampir Gila, Ini Kata Menkes

Heboh "Pil Zombie" Bikin Pemakainya Hampir Gila, Ini Kata Menkes

Health | Kamis, 14 September 2017 | 19:45 WIB

Terkini

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Bekaci | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:15 WIB

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:14 WIB

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Lip Mask Emina Dipakai Berapa Kali Sehari? Ini Panduan Penggunaannya

Lip Mask Emina Dipakai Berapa Kali Sehari? Ini Panduan Penggunaannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

×