Mengetahui Kanker Payudara di Bulan Kesadaran Kanker Payudara

Chaerunnisa | Suara.com

Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:39 WIB
Mengetahui Kanker Payudara di Bulan Kesadaran Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - Kanker payudara masih merupakan salah satu kanker paling umum di Inggris, dengan satu dari delapan wanita didiagnosis mengalami kondisi tersebut. Di bulan Oktober ini menjadi bulan Kesadaran Kanker Payudara 2017 yang membuat kaum perempuan harus lebih aware terhadap penyakit ini. 

Kanker ini biasanya menyerang perempuan berusia di atas 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bagi perempuan muda mengidap tumor atau kanker payudara. Bahkan, kaum lelaki tak jarang mengidap kanker payudara.

Namun, jika gejala penyakit ini cukup dini diketahui, perawatannya bisa sangat afektif. Itulah mengapa Bulan Kesadaran Kanker Payudara dianggap begitu penting. Bulan Kesadaran Kanker Payudara hadir untuk memastikan perempuan mengetahui bagaimana cara memeriksa benjolan di area tubuhnya, dan mendorong mereka menemukan benjolan yang mencurigakan.

Penyebab kanker payudara meliputi usia Anda, riwayat keluarga yang sebelumnya telah mengidap kanker payudara, mendiagnosisnya terlebih dahulu, tinggi badan, kelebihan berat badan atau obesitas dan penggunaan alkohol secara berlebihan.

Ada dua tipe utama kanker payudara, yaitu non-invasif (disebut karsinoma) yang ditemukan di saluran payudara dan kanker payudara invasif yang merupakan paling umum dan berkembang melapisi saluran payudara.

Jenis kanker payudara lainnya yang lebih jarang terjadi meliputi kanker payudara invasif, lobular, kanker payudara inflamasi dan paget pada payudara. Saat kanker payudara menyebar ke bagian tubuh yang lain, hal ini dikenal sebagai kanker payudara metastatik atau sekunder. Yang pertama biasanya tidak menyebar di luar payudara, sementara yang terakhir bisa. 

Apa saja gejala utama kanker payudara?

Sekitar 90 persen benjolan payudara non-kanker, meskipun ada benjolan baru harus diperiksa oleh dokter. Gejala lainnya termasuk, 1. Nipple discharge 2. Perubahan ukuran atau bentuk payudara 3. benjolan atau pembengkakan di ketiak 4. Kemerahan muncul pada kulit payudara Anda 5. Ruam puting susu 6. Puting menjadi cekung ke payudara

Bagaimana kanker payudara didiagnosis dan tindakan perawatan?

Mendiagnosis kanker payudara biasanya melibatkan pengangkatan awal dengan dokter umum, yang akan mencakup pemeriksaan, dan rujukan untuk mamogram atau USG di rumah sakit. Jika perlu, biopsi bisa dilakukan.

Tindakan mamogram biasanya dilakukan pada pasien yang lebih tua, di mana jaringan payudara kurang padat, dan termasuk X-Ray pada payudara. Perempuan berusia di atas 50 tahun sering dimintaa menjalani skrining kanker payudara setiap tiga tahun karena risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.

Perawatan untuk kanker payudara meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Terkadang, perawatan hormon atau biologis juga digunakan. Kanker payudara sekunder biasanya tidak dapat disembuhkan sehingga sering perawatan dilakukan hanya untuk mencegah penyebaran.

Dapatkah kanker payudara dicegah?

Masih belum jelas apa penyebab kanker payudara sehingga sulit untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Namun, dokter menganjurkan untuk memertahankan berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan memastikan Anda tidak minum terlalu banyak atau terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh. Alasan dokter meyakini kelebihan berat badan sebagai faktor risiko karena tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon estrogen. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapan Seorang Perempuan Melakukan Mamogram Payudara?

Kapan Seorang Perempuan Melakukan Mamogram Payudara?

Health | Senin, 02 Oktober 2017 | 11:00 WIB

Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Health | Kamis, 28 September 2017 | 04:02 WIB

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Senin, 04 September 2017 | 11:49 WIB

Mamografi Usia 40 Kurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara

Mamografi Usia 40 Kurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara

Health | Selasa, 22 Agustus 2017 | 11:11 WIB

Survivor Kanker Ini Dapat Wig dari Orang Asing di Facebook

Survivor Kanker Ini Dapat Wig dari Orang Asing di Facebook

Lifestyle | Kamis, 20 Juli 2017 | 18:11 WIB

Terapi Penggantian Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Terapi Penggantian Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 14 Juli 2017 | 19:09 WIB

Indonesia Goes Pink, Gerakan Lawan Kanker Payudara

Indonesia Goes Pink, Gerakan Lawan Kanker Payudara

Health | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:26 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB