Tak Semua Kasus Demam Berdarah Harus Menjalani Rawat Inap

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 09 Oktober 2017 | 14:20 WIB
Tak Semua Kasus Demam Berdarah Harus Menjalani Rawat Inap
Temu media 'Nyamuk Bandel, Perkembangannya dan Wabah yang Ditimbulkan' di Jakarta, Senin (9/10/2017). [Suara.com/Firsta Nodia]

Suara.com - Didiagnosis mengidap demam berdarah dengue (DBD) memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat penularan virus oleh nyamuk Aedes Aegypti ini bisa menimbulkan kematian. Namun, menurut dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, tak semua kasus DBD harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa demam berdarah dengue memiliki gejala demam mendadak tinggi yang disertai sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, mual dan bintik merah. Jika gejala ini diikuti dengan tanda kedaruratan seperti kejang dan kadar trombosit dibawah 100 ribu, maka barulah seseorang bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Kalau trombositnya di atas 100 ribu dan tidak ada tanda-tanda kedaruratan itu bisa dirawat jalan saja tidak perlu inap," ujar dia pada temu media 'Nyamuk Bandel, Perkembangannya dan Wabah yang Ditimbulkan' di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Meski demikian, Ia menghimbau agar masyarakat yang mengidap DBD tetap mengonsumsi obat-obatan sesuai keluhan yang dirasakan, seperti obat pereda panas, nyeri dan mengonsumsi air yang cukup banyak. WHO, kata dia, merekomendasikan agar pasien DBD tidak mengonsumsi air putih biasa.

"Jangan air putih biasa menurut WHO, berikan yang mengandung gula dan elektrolit. Bisa oralit, bisa teh manis dengan sedikit garam boleh, minuman elektrolit boleh. Kalau ada apa apa baru ke dokter," tambah dia.

Dengan mengetahui tanda-tanda kedaruratan ini, dr Leo berharap tak semua pasien DBD harus dirawat di rumah sakit, demi mencegah membludaknya pasien seperti yang terjadi saat DBD menjadi wabah pada 2004 silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Nyamuk Suka Menggigit Manusia

Ini Alasan Nyamuk Suka Menggigit Manusia

Health | Senin, 09 Oktober 2017 | 14:04 WIB

Kenapa Nyamuk Gigit Kamu, Bukan Dia? Ini Alasannya...

Kenapa Nyamuk Gigit Kamu, Bukan Dia? Ini Alasannya...

Your Say | Senin, 21 Agustus 2017 | 15:00 WIB

Cegah DBD, Menkes Ingatkan Murid Jaga Kebersihan

Cegah DBD, Menkes Ingatkan Murid Jaga Kebersihan

Health | Rabu, 02 Agustus 2017 | 13:49 WIB

Cara Alami Mengusir Nyamuk

Cara Alami Mengusir Nyamuk

Lifestyle | Rabu, 26 Juli 2017 | 17:14 WIB

Di Halmahera Selatan, Sakit Malaria Disangka Kena 'Diguna-Guna'

Di Halmahera Selatan, Sakit Malaria Disangka Kena 'Diguna-Guna'

Health | Selasa, 18 April 2017 | 07:31 WIB

Nyamuk Sering Gigit Anda Ketimbang Orang Lain? Ini Alasannya

Nyamuk Sering Gigit Anda Ketimbang Orang Lain? Ini Alasannya

Health | Kamis, 16 Maret 2017 | 19:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB