Suara.com - Obat-obatan dan perawatan, terlepas dari berapapun harganya, dimaksudkan untuk membuat seseorang merasa lebih baik dan menyembuhkan dari apapun yang tengah dideritanya. Namun sebuah penelitian mengatakan bahwa obat mahal benar-benar dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.
Menurut penelitian, orang lebih cenderung mengalami efek samping yang lebih kuat saat pengobatan yang harganya mahal.
Ini disebut 'efek nocebo', kebalikan dari efek plasebo. Efek plasebo adalah efek yang ditimbulkan saat orang merasa lebih baik ketika perawatan atau obat pura-pura tanpa sadar. Sementara nocebo bekerja dengan cara yang berlawanan.
Periset dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf di Jerman percaya jika harga mungkin juga mempengaruhi kekuatan efek nocebo.
Dilansir Zeenews, tim meneliti dengan membuat dua paket krim palsu dan memberi tahu sukarelawan yang terbiasa merawat kulit yang gatal. Satu paket dibuat seperti nama merek farmasi mahal, sementara yang lain tampak seperti obat generik yang lebih murah.
Para peserta diperlihatkan salah satu dari dua krim tersebut dan mengatakan bahwa hal itu diyakini meningkatkan kepekaan seseorang terhadap rasa sakit sebagai efek samping.
Periset kemudian menerapkan krim ke lengan peserta, dan membuka tungkai mereka untuk meningkatkan kadar panas. Setiap orang diminta untuk menilai ketidaknyamanan yang mereka rasakan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut mencatat bahwa peserta yang diberi krim yang terlihat lebih mahal melaporkan lebih banyak rasa sakit daripada mereka yang diberi krim yang tampak lebih murah.
Krim 'generik' dikatakan dapat menaikkan rasa sakit rata-rata sekitar tiga persen, sementara krim yang 'mahal' meningkatkan rasa sakit hingga hampir 30 persen.
Temuan tersebut mengkonfirmasikan bahwa harga efek pengobatan tidak hanya kekuatan plasebo, tapi juga kekuatan nocebo.