Ini yang Terjadi pada Janin Saat Ibu Hamil Menangis

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 11 Oktober 2017 | 07:07 WIB
Ini yang Terjadi pada Janin Saat Ibu Hamil Menangis
Ilustrasi ibu hamil sedang bersedih. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orang tentu mendambakan kehamilan yang lancar dan penuh kebahagiaan. Akan tetapi, akibat perubahan hormon dan berbagai tekanan psikologis yang dihadapi, pada satu titik ibu hamil bisa bersedih juga.

Lalu apa yang akan terjadi kalau ibu hamil menangis? Benarkah janin dalam kandungan bisa merasakan kesedihan ibunya? Simak ulasan yang dihimpun hellosehat.com.

Makanan yang ibu makan ketika hamil bisa langsung berpengaruh terhadap janin. Ini dikarenakan zat gizi yang ibu dapatkan ketika makan akan disalurkan kepada janin melalui tali pusar.

Lantas apakah emosi ibu juga berpengaruh pada keadaan janin? Sebuah penelitian dari Association for Psychological Science menemukan bahwa janin yang berumur enam bulan bisa merasakan dampak dari emosi yang dirasakan ibu saat hamil.

Menangis adalah bentuk luapan emosi. Aktivitas ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Misalnya terharu saat bahagia hingga sedih saat stres datang.

Dengan kata lain, menangis adalah hal yang biasa terjadi pada siapa pun dan bisa saja terjadi pada ibu hamil.

Para ahli berpendapat bahwa stres yang terjadi sekali dua kali adalah normal terjadi dan tidak akan memiliki efek pada janin yang dikandungnya. Namun, emosi yang terjadi berkali-kali, terus menerus, dan berkepanjangan ternyata bisa berpengaruh pada bayi yang dikandungnya.

Pasalnya, bila ibu hamil menangis terus-menerus, Anda bisa saja mengalami stres berat, gejala kecemasan, hingga depresi. Ketika ibu hamil stres, tubuh akan menghasilkan hormon stres.

Hormon inilah yang akan ikut mengalir pula pada janin dalam kandungan melalui plasenta. Semakin sering stres, semakin banyak pula hormon stres yang dihasilkan dan semakin banyak pula hormon yang akan dialirkan kepada janin.

Janin yang terus menerus mendapatkan hormon stres bisa lantas mengalami stres kronis. Padahal, perkembangan di dalam rahim adalah masa yang sangat penting karena perkembangan sistem saraf terjadi.

Hormon yang tidak seimbang bisa mengggangu proses perkembangan ini. Selain berdampak secara langsung karena hormon stres yang dialirkan pada bayi melalui tali pusar, ibu hamil yang mengalami depresi juga dapat memengaruhi janin secara tidak langsung.

Dalam Baby Center, dikatakan bahwa ibu yang mengalami depresi akan mengalami berbagai macam gejala yang cukup berisiko bagi kesehatan bayi dan kandungan. Misalnya ibu sulit tidur, nafsu makan menurun, susah konsentrasi, dan merasa lemas seperti kehabisan energi.

Lantas, apakah gejolak emosi ibu hamil berdampak besar pada bayi sampai ia lahir dan tumbuh besar? Sebuah penelitian dari University of California-Irvine dan Association for Psychological Science menjelaskan kemungkinan dampaknya bila ibu menangis saat hamil.

Dalam jangka panjang, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang ketika hamil sering menangis akibat depresi bisa mengalami masalah pada sarafnya, hingga kelainan psikis.

Selain itu, anak-anak yang lahir dari ibu yang sering merasa cemas ketika hamil juga akan memiliki perbedaan struktur pada otaknya. Namun, penelitian ini masih harus dilanjutkan untuk melihat efek jangka panjang dari perbedaan struktur otak tersebut.

Riset lain dalam Clinical Obstetrics Gynecology menunjukkan bahwa stres yang berkepanjangan saat hamil juga dapat meningkatkan risiko autisme, depresi, dan gangguan kognitif anak.

Jadi bolehkah ibu hamil menangis? Seperti yang telah dijelaskan luapan emosional seperti menangis saat hamil jika cuma satu atau dua kali adalah hal yang wajar terjadi.

Yang perlu diperhatikan adalah emosi negatif seperti stres dan depresi yang berkepanjangan. Jika Anda atau istri Anda mengalami ini, segera konsultasikan ke dokter.

Cara lain untuk melampiaskan emosi selain menangis adalah dengan melakukan berbagai aktivitas positif, misalnya berolahraga. Anda bisa coba ikut senam hamil, berenang, atau yoga ketika sedang galau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merinding, Ibu Hamil Ini Sesi Foto Bersama Ribuan Lebah

Merinding, Ibu Hamil Ini Sesi Foto Bersama Ribuan Lebah

Lifestyle | Sabtu, 02 September 2017 | 19:20 WIB

Ini Alasan Mengapa Bumil Sering Mual dan Muntah di Awal Kehamilan

Ini Alasan Mengapa Bumil Sering Mual dan Muntah di Awal Kehamilan

Health | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:50 WIB

Fenomena Suami Ngidam Saat Istri Hamil, Ternyata Ini Alasannya

Fenomena Suami Ngidam Saat Istri Hamil, Ternyata Ini Alasannya

Health | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 08:24 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB