Begini Cara ASI Bantu Lawan Alergi Makanan pada Bayi Baru Lahir

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 22 November 2017 | 10:53 WIB
Begini Cara ASI Bantu Lawan Alergi Makanan pada Bayi Baru Lahir
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan mengungkapkan bahwa ibu yang mengonsumsi makanan penyebab alergi seperti susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan dan kerang selama kehamilan dapat membantu melindungi bayinya yang baru lahir dari alergi makanan.

Kesimpulan ini didapat setelah peneliti melakukan studi pada hewan pengerat tikus yang menunjukkan bahwa ketika seorang tikus betina menyusui atau hamil mengonsumsi protein makanan akan tergabung dengan antibodi hingga kemudian ditransfer ke buah hati melalui ASI.

Kompleksitas protein antibodi tersebut kemudian diperkenalkan pada sistem kekebalan tubuh anak yang berkembang. Hal  itu dapat memicu produksi sel kekebalan tubuh pada anak dan menekan reaksi alergi terhadap makanan dikemudian hari.

Sel pelindung ini juga dipercaya dapat bertahan setelah antibodi dari ibu hilang dan berhasil mempromosikan toleransi jangka panjang terhadap makanan alergi.

"Studi terkontrol ini menunjukkan bahwa ibu harus merasa bebas untuk makan makanan yang sehat dan beragam selama kehamilan dan saat menyusui," kata James R. Baker, Profesor di University of Michigan dilnasir Zeenews.

Temuan ini mendukung pedoman pencegahan alergi yang baru-baru ini disusun di Amerika Serikat. Penelitian ini juga menolak saran sebelumnya yang mendesak ibu untuk menghindari makanan alergi yang tinggi selama kehamilan atau saat menyusui.

"Mengonsumsi berbagai makanan bergizi selama kehamilan dan menyusui tidak akan mempromosikan alergi makanan pada bayi yang sedang berkembang, dan dapat melindungi mereka dari alergi makanan," kata Baker.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Medicine, menunjukkan bahwa ASI dari ibu yang mengkonsumsi makanan alergenik dapat melindungi anak dari alergi makanan, mencegah anafilaksis serta memproduksi imunoglobulin E dan perluasan sel mast.

Pada percobaan lain, kelompok ibu yang tidak pernah mengkonsumsi makanan alergen kemudian diberi antibodi spesifik makanan dari ibu lainnya. Hasilnya, metode ini juga bisa melindungi keturunan mereka dari alergi lewat ASI.

ASI manusia, diumpankan lewat penelitian tikus lantaran memiliki sistem kekebalan tubuh seperti manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa temuan pada tikus dapat diterjemahkan kepada bayi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gula dalam ASI Dapat Jauhkan Bayi Terpapar Infeksi Bakteri

Gula dalam ASI Dapat Jauhkan Bayi Terpapar Infeksi Bakteri

Lifestyle | Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:50 WIB

Stres Bikin ASI Sulit Keluar, Benarkah?

Stres Bikin ASI Sulit Keluar, Benarkah?

Health | Selasa, 15 Agustus 2017 | 12:39 WIB

140 "Moms" Rayakan Pekan ASI Sedunia di Event 3rd Arisan Orami

140 "Moms" Rayakan Pekan ASI Sedunia di Event 3rd Arisan Orami

Press Release | Selasa, 08 Agustus 2017 | 17:08 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB