Mengapa Sulit Meminta Remaja Meski Diiming-imingi Hadiah?

Kamis, 30 November 2017 | 07:17 WIB
Mengapa Sulit Meminta Remaja Meski Diiming-imingi Hadiah?
Ilustrasi seorang ibu dan anak remaja (Shutterstock)

Suara.com - Otak yang belum 'matang' selama masa remaja awal merupakan sebab di balik pertanyaan mengapa beberapa remaja kurang menanggapi insentif seperti uang tunai bila diminta mengerjakan sesuatu.

Salah satu contohnya, hasil yang beragam saat peneliti melakukan percobaan dengan meminta remaja meningkatkan prestasi dan kinerja sambil diiming-imingi uang.

Seorang psikolog asal Amerika Serikat mengungkapkan, sirkuit otak remaja masih dalam masa perkembangan, sehingga sulit bagi mereka mengatasi dan tahu tujuan mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications itu menunjukkan, konektivitas otak terus berkembang sepanjang masa remaja yang memengaruhi kemampuan remaja untuk tampil saat taruhannya tinggi.

Dalam penelitian tersebut, para periset dari Harvard University menggunakan functional resonance imaging atau FMRI, yang mengukur aktivitas otak dengan mendeteksi perubahan yang terkait dengan aliran darah.

Responden penelitian yang terdiri dari remaja berusia 13 sampai 20 tahun, dipindai pada bagian otaknya saat memainkan permainan dalam komputer.

Mereka diminta bermain permainan dengan taruhan yang cukup tinggi di mana mereka bisa memperoleh $ 1 untuk jawaban yang benar atau kehilangan 50 sen untuk jawaban yang salah.

Untuk taruhan yang lebih rendah, mereka bisa memperoleh 20 sen saat menjawab benar atau kehilangan 10 sen bila menjawab salah.

Peneliti utama Katie Insel mengatakan bahwa remaja yang lebih tua dapat meningkatkan kinerjanya saat taruhannya tinggi. Namun, remaja muda tampil serupa untuk hasil taruhan rendah maupun tinggi.

Baca Juga: Pertemanan Sehat untuk Remaja 'Zaman Now' ala Eskulin

"Temuan ini menunjukkan bahwa konektivitas otak terus berkembang sepanjang masa remaja," katanya kepada BBC News.

"Ini berarti bahwa saat usia remaja, mereka menjadi lebih baik dalam menyesuaikan konektivitas otak melalui konteks motivasi, yang pada gilirannya memungkinkan mereka untuk melakukan hal lebih baik saat bekerja menuju tujuan bernilai tinggi," sambungnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara berbagai bagian otak perlu waktu bertahun-tahun untuk berkembang.

Bagian terakhir dari otak agar dinyatakan 'matang' adalah korteks prefrontal, yang bertanggung jawab untuk hal-hal seperti perencanaan, mengendalikan emosi dan empati. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI