Begini Pentingnya Program Internsip Dokter Indonesia

Yazir Farouk | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 18 Desember 2017 | 16:28 WIB
Begini Pentingnya Program Internsip Dokter Indonesia
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek melantik anggota Komite PIDI Pusat masa bakti 2017-2020 di Jakarta, Senin (18/12/2017) [suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia di bidang kedokteran adalah dengan melakukan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI).

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek, adanya PIDI yang sudah ditentukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Praktik Kedokteran No.29 tahun 2004 ini, diharapkan dapat meningkatkan kemahiran, kinerja dan pemandirian, serta dapat menerapkan standar kompetisi para dokter yang dicapai selama pendidikan.

Tak hanya itu, lanjut dia, PIDI juga dapat dijadikan sebagai salah satu wadah untuk menerapkan standar profesi dokter dalam melaksanakan praktik kedokteran. Untuk mencapai hal tersebut, maka dilakukanlah proses pelatihan keprofesian pra-registrasi.

"Proses tersebut menjadi prasyarat dan dilaksanakan sebelum mendapat kewenangan praktik kedokteran berupa Surat Tanda Registrasi dan Konsil Kedokteran Indonesia yang berlangsung selama satu tahun, yang disebut peogram internsip ini," katanya di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Di Indonesia, lanjut dia, secara resmi program ini telah dibahas dan disepakati oIeh Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Kementerian Pendidikan Nasional sejak tahun 2008.

Pelaksanaan PIDI untuk pertama kali dilaksanakan di Sumatera Barat pada buIan Maret 2010. Pelaksanaan ditandai dengan Soft Launching Internsip oIeh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Wakil Menteri Pendidikan Nasionai di Padang pada tanggal 22 Februari 2010.

"Jadi, lulus dokter ditandai dengan ijazah dokter dan telah mengucapkan sumpah dokter, sedangkan Sertifikat Kompetensi diperoleh dari Kolegium Dokter Indonesia melalui Uji Kompetensi Dokter Indonesia," ujarnya.

Peserta pertama yang mengikuti PIDI adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan saat ini peserta yang mengikuti PIDI berasal dari 73 - 75 Fakultas Kedokteran. Sampai dengan November 2017, sebanyak 10.756 dokter telah mengikuti program ini yang ditempatkan di 34 Provinsi di Indonesia.

Untuk 2017, diperkirakan sebanyak 11.250-12.000 dokter akan mengikuti PIDI. Sementara jumIah dokter pendamping baru yang dibutuhkan untuk mendampingi dokter peserta internsip adaIah 2.164 orang, dengan ratio 1:5.

Program ini menempatkan para dokter di fasiIitas peIayanan kesehatan yaitu Rumah Sakit (RS dan Puskesmas seluruh Indonesia. Dengan adanya tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) di RS dan Puskesmas ini, diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat di suatu daerah.

Adanya para dokter internsip ini, juga mempermudah akses pelayanan kesehatan pada masyarakat dan peningkatan kualitas dokter serta jaminan keselamatan pasien.

"Apalagi saat ini, sudah ada larangan untuk tidak boleh menjadikan pasien sebagai objek praktik mahasiswa kedokteran demi menghormati hak-hak azasi pasien," tambah Nila.

Sehingga, pada masa pendidikan klinik selama kepaniteraan klinik, mahasiswa tidak lagi menangani pasien secara mandiri tanpa supervisi yang ketat. Tanggung jawab mutu pelayanan dan legal aspek selama kepaniteraan klinik, berada pada pembimbingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Obat dari Puskesmas Tak Tokcer?

Benarkah Obat dari Puskesmas Tak Tokcer?

Health | Selasa, 12 Desember 2017 | 16:41 WIB

Klinik Ini Tuduh BPJS Kesehatan Sewenang-wenang, Apa Masalahnya?

Klinik Ini Tuduh BPJS Kesehatan Sewenang-wenang, Apa Masalahnya?

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 12:01 WIB

Krisis Pelayanan Kesehatan, 38 Orang di Papua Meninggal

Krisis Pelayanan Kesehatan, 38 Orang di Papua Meninggal

Health | Kamis, 28 September 2017 | 06:34 WIB

Kemenkes: Rumah Sakit Boleh Cari Keuntungan, Tapi ...

Kemenkes: Rumah Sakit Boleh Cari Keuntungan, Tapi ...

News | Senin, 25 September 2017 | 18:03 WIB

BPJS Akui Ada 'Missed Map' Hingga Rp9 Triliun

BPJS Akui Ada 'Missed Map' Hingga Rp9 Triliun

Health | Senin, 25 September 2017 | 16:29 WIB

BPKN, Kemenkes, BPJS dan Kemendag, Bahas Pelayanan Kesehatan

BPKN, Kemenkes, BPJS dan Kemendag, Bahas Pelayanan Kesehatan

Health | Senin, 25 September 2017 | 14:14 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB