Ini Mengapa Orang Dewasa Pun Perlu Vaksin Difteri

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 29 Desember 2017 | 21:17 WIB
Ini Mengapa Orang Dewasa Pun Perlu Vaksin Difteri
Petugas Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat memberikan vaksin DPT (Difteri, Tetanus, dan Pertusis) ke Mahasiswa Universitas Tarumanegara (UNTAR) di Jakarta, Jumat (15/12).

Suara.com - Tiga provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta sejak pertengahan Desember lalu melakukan outbreak response immunization (ORI) yakni imunisasi ulang difteri tahap awal yang digelar serentak di 12 kabupaten/kota.

Imunisasi ORI ini akan dilakukan dengan skema 016 yang berarti dilakukan tiga kali penyuntikan, yakni Desember, Januari dan Juli. ORI menyasar balita hingga remaja berusia 19 tahun, menyusul mewabahnya difteri di Indonesia.

Namun tak hanya balita, anak-anak hingga remaja, imunisasi ulang menurut Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, FINASIM dari FKUI RSCM, juga harus dilakukan pada orang dewasa. Ia menyebut meski sudah pernah divaksin difteri sejak kecil, antibodi yang terbentuk akan menurun seiring bertambahnya usia.

"Tidak ada antibodi abadi sehingga butuh tambahan vaksin," ujarnya pada Diskusi Media tentang Difteri di IMERI FKUI, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Iris menambahkan, pada orang dewasa yang belum pernah divaksin sejak kecil maka bisa melakukan imunisasi Td dengan skema tiga kali penyuntikan yakni 0, 1, 6. Maksudnya, kata dia, jika pada Desember orang dewasa mendapatkan vaksin Td untuk kali pertama, maka harus diulang satu bulan kemudian yakni pada Januari dan dilanjutkan pada bulan keenam yakni Juli.

"Jenis vaksinnya Td juga untuk mengurangi efek samping lokal," tambah Iris.

Sedangkan pada orang dewasa yang sudah mendapatkan vaksinasi difteri lengkap saat kecil, direkomendasikan mendapatkan vaksin difteri ulang setiap 10 tahun. Hal ini dilakukan karena orang dewasa juga tetap berisiko terinfeksi difteri terutama jika memiliki kontak dekat dengan penderita.

"Vaksin untuk dewasa memang mandiri alias beli sendiri. Tapi itu juga nggak mahal kok, di RSCM sekitar Rp 159 ribu. Sangat terjangkau daripada terinfeksi difteri," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Takut! Difteri Cuma Bisa Menular Lewat Cara Ini

Jangan Takut! Difteri Cuma Bisa Menular Lewat Cara Ini

Health | Jum'at, 29 Desember 2017 | 17:59 WIB

Penderita Difteri Meningkat di Ibu Kota, Anies Ungkap Penyebabnya

Penderita Difteri Meningkat di Ibu Kota, Anies Ungkap Penyebabnya

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 09:42 WIB

5 Kasus Kesehatan Menghebohkan Publik Sepanjang 2017 di Indonesia

5 Kasus Kesehatan Menghebohkan Publik Sepanjang 2017 di Indonesia

Health | Sabtu, 23 Desember 2017 | 10:29 WIB

Terkini

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB