Makin Banyak Laki-laki Berpayudara Besar Lakukan Operasi

Ferry Noviandi, Firsta Nodia

Senin, 19 Februari 2018 | 09:19 WIB
Makin Banyak Laki-laki Berpayudara Besar Lakukan Operasi
Laki-laki dengan payudara atau ginekomastia. (Shutterstock)

Suara.com - Tak hanya perempuan, laki-laki kini banyak yang memiliki payudara menyembul dan mengganggu penampilannya. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai ginekomastia yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan kelenjar payudara.

Seperti dilansir laman Nypost, penyebabnya bervariasi, namun ketidakseimbangan hormon seperti peningkatan estrogen atau penurunan testosteron merupakan penyebab paling umum yang memicu payudara laki-laki membesar.

Jika para perempuan menjalani tindakan operasi untuk mengatasi hal ini, para laki-laki melakukannya untuk mengecilkan payudara. Prosedur operasi pengecilan payudara laki-laki dapat dilakukan dengan anestesi lokal menggunakan sedot lemak yang meninggalkan sayatan kecil pada kulit.

Dokter Daniel Lanzer di Australia mengatakan bisa menangani lima kali operasi pengecilan payudara laki-laki dalam sehari. Ia mencatat kurang lebih sudah 700 pasien lelaki menjalani tindakan ini sejak 2017 di kliniknya.

"Saya menangani berbagai operasi dan pengecilan payudara laki-laki telah menjadi prosedur yang paling laris yang saya tangani," kata Lanzer.

Sebagian besar pasien Lanzer menjalani tindakan operasi ini karena tak tahan dengan ejekan teman. Mereka malu ketika harus mengenakan pakaian olahraga yang ketat dan payudara mereka menyembul.

"Saya pernah menangani pasien lelaki yang belum pernah pergi ke pantai selama bertahun-tahun karena tidak percaya diri melepas pakaiannya," tambah dia.

Tidak semua pasiennya memerlukan operasi sedot lemak. Lanzer mengatakan sebagian kecil pasiennya hanya perlu diberi tindakan kecil untuk membuang jaringan kelenjar payudara sebagian dan hanya membutuhkan sayatan kecil.

Operasi pengecilan payudara laki-laki tampaknya menjadi tren belakangan ini. Data American Society of Plastic Surgeons (ASPS) menyebut bahwa 27.760 lelaki Amerika menjalani operasi ini sejak 2016. Angka ini meningkat 36 persen dibandingkan tahun 2000.

Untuk menjalani operasi pengecilan payudara ini, Lanzer mengatakan pasien harus merogoh kocek sekitar Rp47 juta dengan waktu pemulihan dua hari. Tertarik menjalani operasi ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokter Kulit Buka Rahasia: Cara Mengatasi Payudara Lelaki yang Membesar yang Turunkan Rasa Percaya Diri

Dokter Kulit Buka Rahasia: Cara Mengatasi Payudara Lelaki yang Membesar yang Turunkan Rasa Percaya Diri

Lifestyle | Sabtu, 24 Februari 2024 | 06:05 WIB

Terkini

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

×