Minum Teh Celup Berkawat Strapler, Awas Bahaya Ini Mengincar!

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 26 Februari 2018 | 12:36 WIB
Minum Teh Celup Berkawat Strapler, Awas Bahaya Ini Mengincar!
Ilustrasi teh celup. (Shutterstock)

Suara.com - Sudah bukan rahasia lagi, teh khususnya teh hijau merupakan salah satu minuman paling sehat.

Beragam manfaatnya bahkan sudah bisa dirasakan, mulai dari membantu penurunan berat badan, pencernaan yang baik, detoksifikasi, hingga antioksidan.

Tapi pernahkah Anda memperhatikan bahwa sering ada kawat stapler di ujung kantong teh yang Anda pegang? Bukan hanya pada kantong teh hijau, tapi sebagian besar teh celup yang Anda masukkan ke dalam air, memiliki kawat stapler untuk memasangkan benang, agar kita mudah mencelupkannya.

Dan tahukah Anda bahwa ternyata kawat strapler ini bisa cukup membahayakan. Alih-alih strapler untuk menjepit, perusahaan teh sebaiknya membuat kantong teh tersimpul.

Kantong teh tersimpul masih ada di pasaran namun dalam jumlah sangat kecil. Kantong teh tersebut berkontribusi 3-4 persen dari nilai total penjualan teh. Tapi itu adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat dengan kenaikan 50-60 persen setiap tahunnya.

Mengapa berbahaya? Karena biasanya orang-orang akan menaruh kantong teh tetap pada cangkir dan kemudian memanaskannya dalam microwave. Ini adalah hal yang benar-benar tidak boleh dilakukan, karena kawat strapler berwarna logam yang bisa berbahaya jika dipanaskan.

Ada banyak kasus yang juga melaporkan di mana orang menelan kawat stapler dari kantong teh, permen dan makanan lainnya. Hal ini dilansir Times of India, juga bisa menyebabkan perdarahan gusi, perdarahan internal di perut dan lainnya. Jenis insiden ini membutuhkan perhatian medis segera, karena setiap penundaan dapat menyebabkan risiko serius terhadap kesehatan seseorang.

Anda juga harus mengetahui bahwa kawat strapler juga terbuat dari besi galvanis. Besi galvanis adalah besi dengan lapisan seng yang mencegah besi berkarat.

Besi ini jika tertelan, tidak bisa dicerna dan bisa menyebabkan kerusakan parah pada lapisan dalam perut dan menyebabkan perdarahan dan bisa beracun.

Bahkan jika Anda tidak menelan kawat stapler, ada beberapa studi yang menunjukkan bahaya galvanis pada pembuluh. Jika senyawa seng larut dalam air, hal itu dapat mempengaruhi proses gastro-intestinal Anda secara negatif.

Debu logam juga memiliki bahaya dan dapat menyebabkan kelainan paru. Meskipun jumlah yang Anda konsumsi mungkin sangat sedikit, yang terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan.

Jadi, mulai sekarang sebisa mungkin hindari menyeruput teh celup yang memiliki kawat strapler agar terhindar dari berbagai risiko tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Haid Sebaiknya Hindari Teh, Mengapa?

Saat Haid Sebaiknya Hindari Teh, Mengapa?

Health | Selasa, 23 Januari 2018 | 13:03 WIB

Orang yang Gemar Minum Teh Lebih Kreatif

Orang yang Gemar Minum Teh Lebih Kreatif

Health | Kamis, 18 Januari 2018 | 07:39 WIB

Secangkir Teh Panas Setiap Hari Jauhkan dari Glukoma

Secangkir Teh Panas Setiap Hari Jauhkan dari Glukoma

Health | Minggu, 17 Desember 2017 | 12:04 WIB

Terkini

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB